Jadi Sorotan Dunia, Seba Baduy 2022 Berlangsung Meriah

Jadi Sorotan Dunia, Seba Baduy 2022 Berlangsung Meriah

 


Pergelaran Seba Baduy tahun 2022 di Kabupaten Lebak berlangsung meriah. Bahkan acara adat tahunan yang sempat tidak digelar selama dua tahun akibat Pandemi Covid-19 tersebut tetap mendapatkan sorotan positif dari berbagai masyarakat, mulai dari warga Lebak sampai dengan warga luar negeri.

Meski peserta atau perwakilan warga Baduy dibatasi sekitar 160 orang yang terdiri dari warga Baduy dalam dan Baduy Luar tersebut, acara penyambutannya berlangsung meriah, karena ribuan masyarakat menghadiri pelaksanaan Seba Baduy itu, baik secara langsung maupun secara virtual. Maklum saja, kegiatan Seba Baduy merupakan agenda tahunan yang rutin dinanti nanti masyarakat.

Terlebih tahun ini Seba Baduy menjadi bagian dalam agenda kalender event Nusantara dengan mengusung tema "Ngarumat Budaya Pikeun Indonesia Adidaya". Harapannya kegiatan ini bisa menjadi ajang  untuk melestarikan budaya Baduy dan menjadi bagian dalam kerangka budaya Nusantara Indonesia.

Dalam menarik kunjungan wisatawan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, dalam acara Seba Baduy yang digelar selama 3 hari tersebut membuat beberapa rangkaian acara yang dikemas secara apik antara nuansa tradisional dengan kreatifitas seni modern. Selain prosesi ritual Seba Baduy yang menjadi puncak acaranya, masih ada serangkaian acara lainnya yaitu pameran ekonomi kreatif, foto dan lukisan baduy, permainan tradisional, camping ground Seba Baduy, wayang golek, bincang budaya hingga lomba foto on the spot.

Dalam sambutannya,  Wakil Bupati  Lebak, Ade Sumardi, mewakili pemerintah daerah khususnya Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya  saat  menerima kunjungan warga Baduy mengaku menyambut dengan hangat sekaligus mengapresiasi keteguhan warga Baduy dalam melaksanakan tradisi kebudayaan yang telah diamanatkan oleh leluhurnya, salah satunya dengan menjaga keasrian alam yang ada di dalam suku Baduy. 

“Kami atas nama pemerintah daerah menerima Seba warga Baduy dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga Baduy yang telah menjaga adat yang diwariskan/diamanatkan oleh para leluhurnya dan kewajiban kami pemerintah daerah akan terus mendukung warga Baduy dalam melestarikan adatnya," kata Ade Sumardi.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Lebak, Budi Santoso berpesan, bahwa masyarakat Baduy jangan hanya sekedar menjadi tontonan saja tapi juga harus menjadi tuntunan. Karena ada petuah dan pitutuh dari warga Baduy yang sangat menghargai dan mencintai alam sementa 

“Setiap tahun kita melihat Seba Baduy dan hanya sekedar menonton dan berfoto tanpa mengimplementasikan tuntunan falsafah kehidupan sosial mereka, yaitu 'Gunung teu meunang di lebur, Lebak teu meunang dirusak, lojor teu meunang di potong, Pondok teu meunang di sambung," kata Budi dalam sambutannya saat menerima warga Baduy di Pendopo Setda Lebak.

Pada kesempatan tersebut, Budi berharap acara Seba Baduy yang digelar pada tahun ini menjadi titik kebangkitan perekonomian dan wisata di Kabupaten Lebak.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), para penggiat usaha ekonomi kreatif serta seluruh stakeholder yang telah mendukung berlangsungnya Seba Baduy,” ungkapnya.

Pada bagian lain, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Lebak, Imam Rismahayadin, mengatakan, acara Seba Baduy Tahun 2022 kali ini diagendakan dihadiri oleh perwakilan warga Baduy sebanyak 100 orang saja. Namun pada pelaksanaanya, warga Baduy banyak yang menginginkan untuk ikut, akan tetapi pihak Kecamatan membatasi warga hanya 160 orang saja.

“Tadinya 100 orang. Namun laporan dari pak camat bakal lebih yang datang, itupun hasil seleksi lagi. Pada prinsipnya, jika warga Baduy yang ingin datang, kita siap menyambutnya,” kata Imam.

Dijelaskan Imam, acara Seba Baduy 2022 juga dimeriahkan dengan berbagai macam kegiatan, diantaranya, pertunjukan musik, pertunjukan wayang  golek, lomba foto on the spot, pameran lukisan baduy, pameran UMKM, Talk Show Millenial bersama pencipta lagu Suku Baduy, Bincang Budaya Baduy, serta pertunjukan permainan Tradisional. (Adv)