Kader Demokrat Banten Siap Melawan

Kader Demokrat Banten Siap Melawan

HEBOH: PARTAI DIGOYANG


TANGERANG | TR.CO.ID
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Banten, Iti Ocktavia Jayabaya menegaskan mendukung kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).


"Kami tadi sudah saya sampaikan, bahwa kami semua tetap solid. Tidak tergoyahkan dengan hasil KLB. Kami akan terus merapatkan barisan, untuk kemenangan Partai Demokrat yang saat ini dipimpin oleh ketua AHY," ujar Iti saat ditemui di Kantor DPD Partai Demokrat Banten, Jumat (05/03).


Iti mengatakan, pihaknya akan melawan dan tidak mengakui hasil Kongres Luar Biasa (KLB) yang dilaksanakan di Sumatera Utara (Sumut) yang telah memutuskan Moeldoko menjadi ketua umum Demokrat.
"Tidak, kami justru akan melawan. Jadi kami tidak mengakui. Karena Kami tidak pernah memberikan kuasa suara untuk ikut di KLB tersebut," tegasnya.


Iti mengungkapkan DPD Partai Demokrat Banten masih konsisten kepada hasil kongres kelima 2020 AHY sebagai ketua Umum.
"Jadi kami masih konsisten komitmen fatsun kepada AHY sebagai Ketum kami hasil kongres ke lima 2020," katanya.
Sementara Ketua DPC Demokrat Kota Tangerang, Baihaki mengatakan, seluruh kader berkumpul. Mereka menyatakan sikap terkait KLB yang mengatasnamakan Partai Demokrat di Deli Sedang, Sumatera Utara.
"Dari awal terjadi riak-riak hingga saat ini kami menyatakan sikap solid mendukung Ketua Umum kami yakni Agus Harmurti Yudhoyono (AHY)," ujar Baihaki kepada wartawan, Minggu (07/03).
Dalam KLB di Deli Serdang menetapkan Moeldoko sebagai Ketua Umum. Sontak sejumlah kader Demokrat di Kota Tangerang pun geram. "Kami tolak KLB Moeldoko. Jangan ada yang coba obok-obok partai kami ini. Kalau masih terus dilakukan itu maka kami akan lawan," ucapnya.
Baihaki menyebut pada hari ini seluruh anggota DPRD Kota Tangerang Fraksi Demokrat berkumpul. Begitu juga 13 cabang Kecamatan mau pun organisasi sayap partai.


"Kalau ada kader yang mencatut nama DPC Kota Tangerang, kami akan menempuh jalur hukum," kata Baihaki.
Begitu juga dengan kader yang membandel, maka akan diberikan sanksi tegas.
"Sanksinya kami pecat. Di Kota Tangerang tidak ada Demokrat yang dualisme. Semua di sini solid mendukung AHY," ungkapnya.
Senada diungkapkan, pengurus DPC Partai Demokrat Kabupaten Tangerang.


Ketua DPC Demokrat Kabupaten Tangerang, Dedi Sutardi mengatakan, dirinya memberikan pernyataan sikap bahwa seluruh pengurus dan anggota DPRD serta kader Demokrat mendukung kepemimpinan AHY.
"Kami tidak pernah mengirimkan mandat atau utusan untuk mewakili kongres di Sumatera Utara," ujar Dedi, Minggu (07/03).
Dedi mengatakan, sampai saat ini dirinya tetap tegak lurus mendukung kepemimpinan yang sah hasil kongres Maret 2020 yakni Agus Hari Murti Yudoyono.


Menurutnya, kudeta politik yang dilakukan oleh segelintir orang yang mengatasnamakan Demokrat adalah ilegal.
"Kami meminta kepada kader Demokrat untuk tenang dan tidak panik," ucap Dedi.
Sekretaris Fraksi Demokrat Kabupaten Tangerang, Yaya Ansori menambahkan, dirinya menyebut seluruh anggota DPRD Kabupaten Tangerang dari Fraksi Demokrat menolak Kongres luar biasa (KLB), karena sudah merampas dan menyalahi anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART). "Kami pastikan bahwa anggota Dewan dari Fraksi Demokrat tetap solid mendukung kepemimpinan AHY dan menolak KLB," kata Yaya.


Sementara itu, DPC Demokrat Kota Tangerang Selatan menegaskan kader dan organisasi partainya solid terhadap keputusan kongres ke lima Partai Demokrat tahun 2020.
Kader yang membelot dan tidak patuh terhadap aturan dan ketentuan dalam kongres tahun 2020 akan ditindak tegas.
"Jadi saya akan tindak dan laporkan resmi kalau ada kader saya di Tangsel atau petinggi DPC yang ikut-ikutan ke acara KLB Medan yang ilegal itu. Kalau di Tangsel ada gerakan, saya secara pribadi dan intruksi akan bubarkan dan tegur keras siapapun kader tersebut," kata Direktur Eksekutif DPC Demokrat Tangsel, Julham Firdaus, saat dikonfirmasi wartawan.
DPC Demokrat Tangsel berharap Kementerian Hukum dan Ham bertindak untuk menyelesaikan kekisruhan dengan adanya pelaksanaan KLB Deli Serdang.


Menurut Julham kegiatan KLB tersebut sangat merusak tatanan berpolitik dan bernegara.
"DPC Tangsel tetap solid, setia dan fatsun terhadap Ketum AHY. Kami solid dari DPC, DPAC, ranting dan anak ranting. Dalam hal ini Kemenhumkam enggak boleh diam, harus tolak dan cueki hasil KLB Medan, karena suara DPD dan DPC dalam kegiatan tersebut bodong," tegas Julham.


Sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko terpilih sebagai Ketum Partai Demokrat hasil dari KLB di The Hill Hotel and Resort, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumut. Pimpinan sidang forum KLB Partai Demokrat, Jhoni Allen Marbun memastikan bahwa pemilihan Moeldoko sebagai Ketum Partai Demokrat telah sesuai dengan Anggaran Dasar dan Rumah Tangga (AD/ART). "AD/ART, unsur pimpinan pusat, pimpinan daerah, pimpinan cabang, pendiri partai dan sayap partai. Unsur ini dilakukan sesuai dengan tingkatan dan bisa diwakili. Memenuhi kuorum, sudah kembalikan AD/ART 2005," kata Jhoni dalam jumpa pers usai KLB Partai Demokrat, Jumat (5/3).


Lanjut Jhoni, tidak ada yang menyalahi dan melanggar aturan dalam proses pemilihan Ketum Partai Demokrat di KLB tersebut. Tahapan yang dilakukan juga sesuai dengan AD/ART Partai Demokrat.
"Oleh karena itu bahwa semua dilakukan dengan proses-proses. Adanya surat keputusan dari kongres luar biasa yang kita minta seluruh peserta, apa itu? Sebagai Partai Demokrat," ujarnya.
Usai KLB Partai Demokrat ini, Jhoni mengklaim akan memberikan kesempatan bagi para pihak yang ingin bergabung bersama partai berlambang bintang mercy ini.


"Terbuka dan modern, siapa pun masuk dan apabila bersangkutan tidak memiliki kartu tanda anggota dalam proses luar biasa. Kita sepakati beliau (Moeldoko) telah memiliki kartu tanda anggota nomor khusus atau spesial," sebut Jhoni.
Seperti diketahui, Moeldoko dipilih menjadi Ketum Partai Demokrat karena mendapatkan suara terbanyak dalam voting berdiri peserta KLB di Deli Serdang. Sedangkan, Marzuki Alie ditetapkan sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat. (zal/cng/yan/iyo/jojo)