Kapolda Banten : Tindak Tegas! Kalau Perlu Tembak di Tempat

Kapolda Banten : Tindak Tegas! Kalau Perlu Tembak di Tempat

SERANG | TR.CO.ID

Maraknya berandalan jalanan yang meresahkan masyarakat  mendapat atensi serius dari Kapolda Banten Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Rudy Heriyanto Adi Nugroho. Perwira tinggi Polri itu memerintahkan anggota untuk memberantas kejahatan jalanan. Bila perlu tindakan tegas berupa tembak ditempat dilakukan.

“Perbuatan berandalan jalanan termasuk street crime ini tidak hanya membahayakan jiwa masyarakat, namun juga jiwa personel yang bertugas di lapangan, maka untuk menghentikan bahaya yang ditimbulkan dari berandalan jalanan itu, saya perintahkan jajaran untuk berani bertindak tegas, kalau perlu tembak di tempat,” kata Rudy, Kamis (9/12).

Pemberantasan berandalan jalanan telah disampaikan Kapolda kepada pejabat utama (PJU) Polda Banten dan para kapolres jajaran saat pelaksanaan analisa dan evaluasi (anev) bersama. Kapolda menyebut, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas untuk dilindungi kepolisian.

“Keselamatan masyarakat harus jadi prioritas untuk kita lindungi jangan ragu gunakan senjata api yang dimiliki guna menghentikan ancaman yang membahayakan keselamatan masyarakat dan personel,” kata mantan Kadivkum Polri tersebut.

Dijelaskan Kapolda, penggunaan senjata api oleh petugas dapat dilakukan untuk melindungi nyawa orang lain dan melindungi diri dari ancaman kematian atau luka berat.

“Penggunaan senjata api bisa digunakan untuk mencegah kejahatan yang mengancam jiwa orang lain, menghentikan orang yang melakukan tindakan yang membahayakan jiwa dan menangani situasi yang mengancam jiwa,” ungkap Rudy.

Standar operasional prosedur (sop) penggunaan senjata api diatur dalam Perkap Nomor 8 Tahun 2009 tentang Implementasi HAM. Dalam Perkap disebutkan penggunaan senpi boleh dilakukan untuk melindungi jiwa orang dan diri sendiri.

“Pedomani Perkap itu untuk melindungi masyarakat,” perintah Rudy kepada anggotanya.

Tindakan tegas berupa tembak di tempat tidak perlu ditakuti oleh petugas kepolisian saat bertugas di lapangan. Polda Banten menjamin tidak akan memberikan sanksi terhadap anggotanya yang melakukan tindakan tersebut. “Sepanjang kita pedomani perkap tersebut, personel Polda Banten tidak perlu takut, selain dalam rangka melaksanakan UU, petugas kepolisian juga dilindungi UU yaitu Pasal 50 KUHP,” kata Rudy.

Perkap menjadi dasar polisi untuk bertindak cepat dan tepat dalam mengambil keputusan. Jangan sampai, Polri gagal melindungi masyarakat saat mendapat ancaman. “Dengan memahami perangkat aturan yang menjadi dasar hukum dalam penggunaan senjata api, maka personel Polda Banten punya kepercayaan diri untuk dapat memahami kapan senjata api yang mereka miliki dapat digunakan di lapangan, sehingga tidak hanya menjadi asesoris dinas semata,” kata Rudy.

Kabid Humas Polda Banten AKBP Shinto Silitonga mengatakan, kejahatan jalanan sudah beberapa kali terjadi di wilayah hukum Polda Banten. Pada akhir November 2021 berandalan jalanan membawa senjata tajam dan melakukan aksi di ruas Jalan Cileles-Malingping di Gunungkencana, Kabupaten Lebak. “Akibatnya, 3 orang terluka dan 1 di antaranya meninggal dunia,” ungkap Shinto.

Selain di Lebak, terdapat sejumlah kejadian lain. Seperti di jalan Raya Ciptayasa, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang pada Minggu (21/11) siang lalu. Ketika itu terdapat empat pelajar yang videonya viral di media sosial lantaran memburu pelajar lain dengan celurit. Tindakan keempat pelajar sempat membuat takut warga sekitar lantaran mereka menenteng celurit.

Setelah videonya viral, keempat pelajar asal Cikande dan Kibin, Kabupaten Serang itu ditangkap aparat kepolisian dari Satreskrim Polres Serang, pada Kamis (25/11). Keempat pelajar itu berinisial RA alias Gobang (17), FA alias Papau (16), IW alias Obed (17) dan RK (17). Oleh penyidik, keempatnya tidak diproses pidana karena masih anak dibawah umur dan masih sekolah.

Keempatnya dibebaskan setelah membuat surat pernyataan yang berisi tidak akan mengulangi lagi perbuatannya. Kemudian kejadian pembacokan terhadap tiga pemuda di Kios Ubi Cilembu, Lingkungan Legok, Kelurahan Drangong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Kamis (28/10) dinihari.

Kapolres Serang Kota AKBP Maruli Ahiles Hutapea menegaskan pihaknya siap menjalankan intruksi pimpinan.  “Kami peringatkan dengan tegas, polisi tidak akan segan-segan menindak tegas dan terukur gerombolan geng motor yang membuat resah,” Maruli.(RB/fj)