Kartini nya Banten

Kartini nya Banten

TANGERANG | TR.CO.ID

Hari ini, 21 April 2022, merupakan hari yang spesial buat kaum perempuan. Ya, 21 April sering kita memperingati hari laihirnya Radin Ajeng Kartini.

Kartini dilahirkan dari keluarga Ningrat. Ayah Kartini adalah seorang Bupati Jepara bernama Sosroningrat, ibunya adalah putri Madirono, seorang guru agama di Teluwakur yang bernama Ngasirah. Dia adalah istri pertama. 

Ayah Kartini menikah untuk kedua kalinya dengan Woerjan (Moerjam), keturunan langsung Raja dari Madura. Kartini adalah anak kelima dari sebelas bersaudara. Dia termasuk anak perempuan tertua. 

Orangtua Kartini menjodohkannya dengan Raden Adipati Joyodiningrat Bupati Rembang  yang sudah memiliki tiga istri. Dia menikah pada 12 November 1903. Ini sangat bertentangan dengan keingnan Kartini, namun dia setuju karena untuk menenangkan ayahnya yang saat itu sakit. 

Suaminya mengerti akan tujuan dan cita-cita mulia Kartini, dan mengijinkannya untuk mendirikan sekolah bagi wanita di Serambi Timur dari kompleks Kantor Bupati Rembang Kartini melahirkan putra pertamanya pada tanggal 13 September 1904. 

Beberapa hari kemudian setelah melahirkan, tepatnya pada 17 September 1904, Kartini meninggal dunia. Raden Ajeng Kartini meninggal pada usia 25 tahun. Ia dimakamkan di Desa Bulu, Rembang Jawa Tengah. 

Terinspirasi oleh semangat RA Kartini yang begitu mulia, Keluarga Van Deventer mendirikan Yayasan RA Kartini dan membangun sekolah-sekolah untuk kaum perempuan, antara lain'sekolah Kartini di Semarang tahun 1912, yang selanjutnya diikuti dengan didirikannya sekolah-sekolah perempuan di Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon dan daerah lain. 

Kumpulan surat-surat RA Kartini yang dikumpulkan dan dirangkum menjadi sebuah buku yang berjudul : Door Duisternis tot Licht (Habis Gelap Terbitlah Terang)

Bila melihat perjuangan RA Kartini, tentunya tokoh-tokoh perempuan di Banten yang bisa disebut Kartini nya Banten, ada 4 sosok perempuan Banten yang sekaligus menjadi kepala daerah di wilayahnya.

" Saya melihat figur tokoh kepala daerah yang bis disebut Kartininya Propinsi Banten pada saat ini (tahun 2022), yakni Hj. Ratu Tatu Chasanah yang menjabat Bupati Serang, Irna Narulita Dimyati Bupati Pandeglang, Iti Octavia Jayabaya Bupati Lebak dan terakhir kita tentu tak lupa dengan ibu Airin Rachmi Diany yang menjabat walikota Tangsel dua periode, " ujar Direktur KPN, Adib Miftahul kepada Tangerang Raya, Rabu (20/4).   

Menurut Adib, Hj. Ratu Tatu Chasanah, S.E., M.Ak, lahir 23 Juli 1967 adalah Bupati Serang yang menjabat sejak 17 Februari 2016 hingga sekerang. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Serang, mendampingi Bupati Taufik Nuriman. Tatu merupakan adik kandung dari mantan Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah.

Pada 27 Desember 2013, Ratu Tatu memenangkan voting pemilihan Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Banten dalam Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) Partai Golkar di Jakarta, ia menggantikan kakak iparnya Hikmat Tomet yang meninggal dunia.

" Bupati Serang ini sangat bagus memimpin di Kab.Serang dan bisa dikatakan kartini nya Banten, " katanya.

Sedangkan, kata Adib, Irna Narulita Dimyati, juga layak disebut Kartini nya Banten, sebab Bupati cantik ini, segudang pengalaman di bidang  politik dan hingga kini masih menjabat Bupati Pandeglang.   

Diketahui Irna Narulita (lahir 23 Juli 1970) adalah seorang politikus Indonesia yang menjabat Bupati Pandeglang sejak 23 Maret 2016. Sebelumnya ia menjabat sebagai Anggota DPR-RI selama dua periode (2009—2014 dan 2014—2016). Irna Narulita merupakan istri mantan Bupati Pandeglang dan mantan Wakil Ketua MPR RI Achmad Dimyati Natakusumah.

Selanjutnya, kata Adib, Iti Octavia Jayabaya, Bupati Lebak yang sensasional ini, juga pas disematkan dipundaknya julukan Kartini nya Banten.

" Bupati yang Ia pernah mengeluarkan ancaman santet untuk KSP Moeldoko atas KLB Partai Demokrat pada Maret 2021. Ia menyatakan tetap setia dan mendukung AHY sebagai ketum Partai Demokrat yang sah, juga pas disebut Kartininya Banten, " jelas Adib. 

Menurut Adib, Iti adalah putri mantan Bupati Lebak periode 2003-2013 Mulyadi Jayabaya. Ia pernah bersekolah di SD Negeri 1 Cipadang, Cileles, Lebak kemudian SMP Negeri 3 Pandeglang lalu SMP Negeri 4 Rangkasbitung lalu melanjutkan ke MA Washilaltul Falah di Rangkasbitung hingga menempuh pendidikan tinggi di Universitas Jayabaya di mana dirinya aktif di HMI. Ia menempuh pendidikan terakhir untuk meraih gelar S2-nya di Pascasarjana Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti dan lulus pada tahun 2005. 

Iti juga salah satu anggota Partai Demokrat dengan nomor anggota A - 457. Iti sebelumnya adalah anggota DPR-RI periode 2009-2014. Ia berasal dari daerah pemilihan DPR Banten I (Kabupaten Lebak dan Pandeglang). Sebagai wakil rakyat, Iti bertugas di Komisi XI dan Badan Anggaran DPR RI.
Ia dianggap berhasil mengeluarkan Lebak dari statusnya sebagai daerah tertinggal pada 2019. Selain itu, Ia juga memperoleh penghargaan bupati terbaik di Asia pada ajang Asia Global Award 2019.

Yang terakhir, kata Adib, Kartini nya Provinsi Banten, bisa kita tunjuk Airin Rachmi Diany. Mantan Walikota Tangerang Selatan ini, mampu memajukan daerah otonom baru Kota Tangsel tersebut.

Dikethui Airin Rachmi Diany, S.H., M.H., M.Kn, lahir 28 Agustus 1976 adalah Wali Kota Tangerang Selatan sejak 20 April 2011 hingga 20 April 2021. Airin merupakan alumni Fakultas Hukum Universitas Parahyangan, Bandung. Semasa kuliah, Airin pernah menjadi pemenang Mojang Parahyangan Bandung (1995) dan Mojang Provinsi Jawa Barat (1995). Kemudian, ia mengikuti pemilihan Puteri Indonesia (1996) dan berhasil meraih gelar Puteri Indonesia Favorit serta Puteri Indonesia Pariwisata.PASKIBRAKA Provinsi Jawa Barat (1992), Peserta The 2nd Asia Pacific Travel Association Youth Forum, meraih Satyalancana Pembangunan Koperasi juga Satyalancana Pembangunan dan Lencana Melati.

" Saat ini, Ia sedang mencalonkan diri sebagai ketua Purna Paskibraka Indonesia (PPI) serta namanya dicalonkan untuk menjadi Gubernur DKI Jakarta tahun 2024 mendatang, " kata Adib.(hel)