Kejati Banten Resmikan Rumah Restorative Justice di Lebak

Kejati Banten Resmikan Rumah Restorative Justice di Lebak
Kajati Banten didampingi Wakil Bupati Lebak saat menggunting pita


LEBAK | TR.CO.ID

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Banten, Leonar Eben Ezer Simanjuntak meresmikan Rumah Restorative Justice (RJ) atau Bale Keadilan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Lebak yang bertempat di Desa Kaduagung Timur, Kecamatan  Cibadak, Kabupaten Lebak.

Kajati Banten, Leonar Eben Ezer Simanjuntak mengatakan, keberadaan rumah RJ merupakan terobosan baru yang dilakukan, dalam banyaknya kasus yang terjadi ditengah masyarakat, dengan berbagai macam jenisnya.

"Jaksa Agung melalui Peraturan Kejaksaan RI No. 15 Tahun 2020 Tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif. Yakni mencanangkan penyelesaian perkara di luar pengadilan dengan sistem Restoratif Justice atau musyawarah mufakat, seperti yang terjadi pada kasus pencurian Hp milik pak Dandim Lebak oleh pelaku Maman yang hari ini SP3 akan diterbitkan oleh Kejari Lebak," katanya, Selasa (26/4/22).

Namun ia menjelaskan, tidak semua perkara bisa diselesaikan secara RJ, hanya kasus tertentu dimana dalam peraturan kejaksaan tersebut ada beberapa syarat yang bisa diselesaikan secara RJ.

"Untuk persyaratannya itu, ancaman hukumannya tidak lebih dari 5 tahun, denda tidak lebih 2,5 juta, pelaku bukan residivis, antara terdakwa dan korban sudah ada perdamaian. Intinya disini adanya perdamaian antara korban dan pelaku kejahatan serta mendapat ijin dari Polres. Jika syarat di atas tidak terpenuhi, maka tidak bisa dilakukan RJ," terangnya.

Selain itu, kata Leonar Eben, rumah bale keadilan ini tidak hanya terfokus pada penuntutan saja. Melainkan juga bisa menjadi rumah aspirasi masyarakat terkait hukum. Sehingga, masyarakat bisa mengadu kepada jaksa tanpa di pungut biaya.

"Jika di bale keadilan ini ada masyarakat yang diminta biaya terkait pendampingan umum laporkan ke Kejati," tegas Leonar Eben.

Sementara Itu, Wakil Bupati Lebak, Ade Sumardi mengatakan, dengan adanya program ini, diharapkan bisa menjadi sarana bagi masyarakat untuk diberikan edukasi terkait dengan permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat tidak selamanya berujung jeruji besi.

"Bisa jadi, dengan adanya rumah RJ ini, bisa memberi pemahaman kepada masyarakat bahwa musyawarah mufakat itu masih sangat dibutuhkan dalam menyelesaikan permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat," ujarnya.
 
Lanjut Ade, Rumah RJ atau Bale Keadilan ini sangat membantu masyarakat untuk memahami hukum-hukum yang ada dan bisa memberikan masyarakat edukasi terkait permasalahan hukum.

"Saya sangat berterimakasih kepada Kejati Banten dan Kejari Lebak. Karena dengan hadirnya Rumah RJ ini sebagai bentuk hadirnya negara untuk membantu masyarakat dalam penyelesaian masalah hukum yang tejadi di masyarakat, sehingga bisa melegalkan perdamaian yang terjadi di masyarakat dalam penyelesaian masalah hukum dengan pendekatan dan musyawarah, dan tidak sampai masuk pada ranah peradilan," pungkasnya. (eem/jat/dam)