Kejati Banten Tindak Pidana Korupsi Bulog

Kejati Banten Tindak Pidana Korupsi Bulog
Kepala Kejati Banten, Leonard Eben Ezer Simanjuntak 

SERANG | TR.CO.ID

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten, Leonard Eben Ezer Simanjuntak pada Kamis (7/7/22) telah meningkatkan status penyelidikan ke tahap penyidikan atas dugaan tindak pidana korupsi pada pengadaan beras dan  hasil giling gabah di Sub Divisi Regional Serang tahun anggaran 2016.

Bahwa pada tahun 2016, Perusahaan Umum (Perum) Bulog Kantor Cabang Serang pada Kantor Wilayah Jakarta dan Banten melaksanakan kegiatan Pengadaan Beras Dalam Negeri (ADA DN) dan Hasil Giling Gabah (HGL). 

"Berdasarkan hasil penyelidikan, terdapat uang muka yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dan dipergunakan sebagian atau seluruhnya dan diduga telah digunakan untuk keperluan pribadi (Oknum)," ungkapnya, Rabu (13/7/22).

Leo menjelaskan, Bahwa terdapat sisa uang muka yang belum dipergunakan oleh satker untuk percepatan pengadaan beras, namun kenyataannya pengadaan beras tidak dapat dipenuhi, dan seharusnya dana yang tidak digunakan tersebut harus segera dikembalikan/disetor ke Divre/Subdivre selambat-lambatnya 15 hari kalender.

"Bahwa berdasarkan hasil penyelidikan, Tim Penyelidik pada Asisten Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Banten telah menemukan fakta hukum berupa 2 (dua) alat bukti yang cukup untuk ditingkatkan ke tahap penyidikan, dan diduga telah terjadi penyimpangan dan penggelapan terhadap uang muka Pengadaan Beras Dalam Negeri (ADA DN) dan Kekurangan Penyerahan Beras Hasil Giling (HGL) sehingga berpotensi mengakibatkan timbulnya Kerugian Keuangan 
Negara," paparnya.

"Selanjutnya Tim Penyidik pada AsIsiten Tindak Pidana Khusus secara professional, cepat dan terukur untuk mengungkap dan menemukan calon tersangka, serta melakukan tindakan hukum maupun penyelamatan keuangan negara," pungkasnya. (hed/dam)