Kerugian Ditaksir Rp 800 Juta 

Kerugian Ditaksir Rp 800 Juta 
STIMEWA

Dampak Angin Puting Beliung 

LEBAK | TR.CO.ID

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengatakan, kerusakan akibat bencana angin puting beliung cukup luas yang terjadi pada Senin (9/5) Kemarin.

Kepala Pelaksana BPBD Lebak, Febby Rizki Pratama menjelaskan, dari tiga desa di Kecamatan Gunungkencana yang terdampak sekitar 93 rumah dan satu sekolah mengalami kerusakan. Bahkan, satu orang dilarikan ke fasilitas kesehatan karena syok.

“Atap SDN 1 Gunungkencana hilang, kanopi gedung PGRI ambruk dan beberapa fasilitas umum lainnya juga mengalami kerusakan,” ungkapnya kepada awak media, Selasa (10/5).

Menurut Febby, kerugian yang muncul akibat peristiwa angin puting beliung tersebut mencapai Rp800 juta. “Kalau korban yang syok sekarang sudah sehat kembali. Dia punya riwayat jantung,” paparnya.

Pihaknya menegaskan bahwa pemerintah akan turun tangan membantu para korban terdampak bencana.

“Anggota masih disiagakan di lokasi untuk membantu masyarakat yang rumahnya terdampak,” tuturnya.

“Tidak hanya itu, sambung Febby, anggota BPBD menggencarkan untuk melakukan pendataan dan memverifikasi rumah yang terdampak.

"Selanjutnya akan diusulkan ke pemerintah daerah terkait bantuan stimulan,” tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, terjangan angin puting beliung yang terjadi pada Senin (9/5/22), sekira pukul 16.30 WIB di Kecamatan Gunungkencana, Kabupaten Lebak mengakibatkan puluhan rumah dan satu gedung sekoah dasar mengalami kerusakan

Informasi yang didapat, angin puting beliung tersebut merusak puluhan rumah dan 1 atap ruang kelas sekolah dasar yang berada di Kampung Dederan, Desa Gunungkencana, Kecamatan Gunungkencana, Kabupaten Lebak.

Camat Gunungkencana Firman Arief Hidayat membenarkan kejadian angin puting beliung yang menerjang wilayah Gunungkencana tersebut.

“Benar, kejadiannya tadi sore sekira pukul 16.30 WIB,” ujar Firman saat dihubungi.

Ia menjelaskan, akibat angin puting beliung tersebut puluhan rumah dan 1 atap sekolah mengalami rusakan berat.

“Alhamdulilah, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut,” tuturnya.

Ia menambahkan, bahwa pihaknya belum bisa mengungkapkan ada berapa rumah yang rusak akibat puting beliung tersebut. Karena, masih didata oleh tim dari desa dan Kecamatan.

“Maaf, kami belum bisa memberikan informasi yang akurat terkait jumlah rumah yang rusak akibat puting beliung tersebut,” paparnya.

hingga berita dilansir awak media masih mencari informasi lebih lanjut kerusakan yang diakibatkan oleh angin puting beliung. (eem/bhc/dam)