Ketahuan Narkoba Dipecat

Ketahuan Narkoba Dipecat

TANGSEL | TR.CO.ID

Badan Narkotika Nasional (BNN) menggelar pemeriksaan test urine bagi seluruh pejabat dan pegawai di lingkup Pemerintahan Kota Tangerang Selatan yang berlangsung di Gedung Puspemkot Tangerang Selatan. 

Walikota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, pemeriksaan itu bertujuan untuk memastikan tidak adanya pegawai di lingkup Pemerintah Kota Tangerang Selatan yang terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika. 

Dirinya yang turut ikut dalam pemeriksaan tersebut pun, menerangkan bahwa tes urine ini wajib dijalani oleh seluruh jajarannya, baik itu dari kalangan pejabat ataupun pegawai.

"Tapi kalau ada (positif), saya ingin tahu dulu penyebab yang bersangkutan positif karena apa. Kalau karena obat-obatan medis dari dokter tidak masalah," katanya, kemarin.

Namun diungkapkannya, jika dari hasil pemeriksaan itu menunjukkan terdapat indikasi penyalahgunaan narkotika, maka pihaknya pun tak segan untuk memberikan sanksi. 

"Kalau memang ada positif, saya akan arahkan rehabilitasi melalui BNN. Kita kirim ke tempat rehabilitasi. Dia harus jujur dan sudah berapa lama mengkonsumsi narkoba. Kita lihat nanti sanksinya," ujarnya. 

Benyamin menegaskan, selain rehabilitasi, bahwa dirinya juga tak segan untuk memberhentikan pegawainya jika ada yang terbukti telah menjadi pecandu narkotika. 

"Tapi saya lihat dulu, kalau dia memang sudah pecandu saya enggak akan ragu untuk mengeluarkannya," pungkasnya.

Lebih lanjut Benyamin mengungkapkan, bahwa pemeriksaan ini akan dilakukan secara rutin. Jika kedapatan ada yang tak hadir dalam pemeriksaan kali ini, maka pimpinan OPD yang bersangkutan harus memeriksanya. 

“Harus dipaksakan ikut tes urine secepatnya di kantor BNN Tangsel. Jangan menghindar deh, lambat atau cepat kalau pemakai (narkotika) akan ketahuan. Kita akan treatment intuk penyembuhan," jelasnya. 

Sedikitnya, terdapat 375 orang yang menjalani tes urine kali ini. Sementara untuk hasilnya, belum dapat diketahui hingga berita ini diterbitkan. "Ya kita akan umumkan secara terbuka," katanya. (ris/hel)