Ketum Apdesi Akan Tempuh Jalur Hukum

Ketum Apdesi Akan Tempuh Jalur Hukum

Beredar Broadcast Tudingan 'Biang Kerok' 

TANGERANG | TR.CO.ID

Beredarnya Broadcast (Bc) di jejaring sosial WhatsApp Group tudingan tidak sedap terhadap Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Dpp Apdesi) H. Surta Wijaya menjadi bola liar.

Surta Wijaya mengecam dan akan menempuh jalur hukum kepada orang yang pembuat dan  menyebarkan broadcast tudingan fitnah dan ujaran kebencian yang disematkan kepada dirinya.

"Ini sudah menjatuhkan harga diri dan mencemarkan nama baik saya sebagai pejabat publik. Saya akan mengambil langkah hukum," tegas Surta Wijaya, di hubungi Harian Tangerang Raya, Rabu (13/4/22).

Surta kembali menegaskan, bahwa pihaknya dan keluarga besarnya merasa terpukul dan tidak terima ketika membaca kutipan Bc fitnah itu yang tidak menutup kemungkinan akan beredar luas seiring berjalannya waktu seperti bola salju.

"Saya atas nama pribadi dan keluarga besar saya pun tidak terima. Itu jelas - jelas pencemaran nama baik saya, tapi semua ini saya pasrah kepada Allah, bahwa sesungguhnya saya tidak pernah berbuat hal - hal yang di sebutkan dalam Bc fitnah tersebut," bebernya.

Surta menjelaskan, pada acara silatnas hanya menyampaikan aspirasi dari para kepala desa, apa lagi berbicara kata - kata priode, saksi dan perpanjangan masa jabatan itu tidak sama sekali.

Semua acara silatnas, kata Surta, berjalan normal, berjalan sesuai harapan teman - teman kades.

"Yang jelas Bc itu fitnah sangat kejam, mudah - mudahan Allah akan membalas para pelaku dengan fitnah - fitnah yang telah di sebarkan di medsos," paparnya.

Kata Surta, bila yang membuat Bc tudingan fitnah tersebut merupakan oknum kader partai politik (Parpol), saya sebagai Ketua umum Apdesi akan intstruksikan kepada kepala desa dan masyarakat desa,  Haram untuk memilih oknum itu menjadi caleg, pasti akan saya sampaikan kepada teman kepala desa di dapilnya," imbuhnya.

Meski begitu, sebagai muslim yang beriman Surta menyerahkan semunya kepada sang pencipta.

"Semoga perbuatan orang yang tidak bertanggung jawab itu, dibukakan mata hatinya, sehingga bisa bertaubat, di ampuni segala dosanya," pungkas Surta.

Seperti diketahui broadcast yang beredar di jejaring sosial WhatsApp Group : 

Tangkap dan Adili Di Tempat, Oleh Masyarakat Sekitar, ini adalah BIANG KEROK PENIPU... yang Di Sogok dan MENJERUMUSKAN SELURUH KEPALA DESA Se Indonesia  UNTUK MAKAR PADA UUD 45 dan Melanggar UU Pemilu....Bajingan ini Namanya Sutawijaya Kepala Desa Babakan Asem, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang BANTEN!

VIRALKAN DAN TANGKAP !
KARENA KEPALA DESA HARUS INDEPENDEN, Bukan Birokrasi PNS Di Pilih Rakyat Non Partai !. (dam/hel)