Koalisi Gemuk Muhamad-Saras

Koalisi Gemuk Muhamad-Saras
Pasangan Muhamad-Saras saat melakukan deklarasi bersama.

HEBOH: PILKADA TANGSEL

TANGSEL | TRM
Perhelatan pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Tangerang Selatan, kurang lebih sekitar tiga bulan lagi akan digelar yakni 9 Desember 2020. Mesin partai para pendukung bakal calon Walikota pun mulai dipanasin, dengan melakukan berbagai pergerakan.   


Demikian dikatakan, Sekjen Gerindra DPP Partai Gerindra, Ahmad Muzani. Dirinya meminta agar mesin politik di Tangsel wajib memenangkan pasangan Muhamad- Rahayu Saraswati Djojohadikusumo (Saras).
Tujuh partai politik bersama-sama menggelar deklarasi mengusung serta mendukung pasangan bakal calon Muhamad–Rahayu Saraswati Djojohadikusumo di Pilkada serentak 2020 Tangsel,  Selasa (18/08). Koalisi partai gemuk ini punya 19 kursi di parlemen lokal.


“Kalau saudara-saudara ini meyakini kota ada perubahan, maka pasangan inilah pasangan yang hadir untuk Anda,” kata Sekjen DPP Partai Gerindra, Ahmad Muzani di Serpong, Selasa (18/08).


Berdasarakan catatan jumlah perolehan kursi di DPRD Kota Tangsel, Partai Gerindra 8 kursi, PDI Perjuangan 8 kursi, Partai Amanat Nasional (PAN) 2 kursi, dan Hanura 1 kursi. Sementara partai Garuda, Perindo dan Nasdem merupakan non parlemen alias tanpa kursi.
Partai Gerindra berharap kepada seluruh struktur pengurus kecamatan, kelurahan, anak ranting sampai anggota DPRD Tangsel diintruksikan memenangkan Muhamad – Sarawasti di daerah pemilihan masing-masing.


“Muhamad-Saraswasti kami ingin lihat dilantik sebagai wali kota dan wakil walikota Tangerang Selatan,” tegas Muzani.
Di bawah kepemimpinan mereka berdua, Muzani mengklaim, Tangerang Selatan akan lebih maju. Gerindra percaya dan yakin bahwa di bawah keduanya Tangerang Selatan akan mencapai tujuan proklamasi. Rakyat yang lebih sejahtera, kota yang lebih bersatu bersahaja.


Partai Gerindra, lanjut Muzani, memilih Muhamad-Saraswati tentu saja mengalami proses yang panjang. Bagaimana kota penyangga ibukota Jakarta menjadi baik bagi warganya.
“Oleh karena itu diharapkan kota ini bisa menjadi contoh warganya menghormati satu sama lain. Menghormati perbedaan antarsesama dan kota ini menjadi contoh bagaimana ekonomi bergerak,” ujar Muzani dalam pidato politiknya.


Sementara itu, Ketua DPC PDIP Kota Tangsel, Wanto Sugito mengatakan, partainya telah menetapkan rekomendasi yang sah terhadap pasangan Muhammad-Saras. Keputusan menetapkan ini merupakan keputusan ideologis.


"Kami ingin ada pembaruan di Tangsel, kami ingin ada perubahan. Sebelum Pilkada, PDIP belum pernah pecah telor. Insya Allah tahun ini kita akan pecahkan rekor. Pertarungan kita bukan pertarungan bunyi-bunyi, bukan pertarungan pasang spanduk menang. Pertarungan kita ada di 1.965 TPS yang ada di Tangsel," kata Wanto.


Bakal calon Wali Kota Tangsel, Muhammad, dalam deklarasi tersebut menyatakan, terima kasih kepada Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, karena sudah merekomendasikannya berpasangan dengan tokoh pemuda, Rahayu Saraswati. Muhammad juga menyampaikan apresiasi kepada Partai Gerindra selaku partai pengusung.


Muhammad mengungkapkan bahwa dirinya telah mengundurkan diri dari jabatan Sekretaris Daerah Tangsel sejak 5 Agustus 2020. Selanjutnya, ia bakal mengundurkan diri dari status aparatur sipil negara (ASN).
"Saya tanggalkan semua jabatan, status saya, untuk memenangkan Pilkada Tangsel. Saat inilah peluang yang harus kita ambil dan menangkan," tegasnya.


Bersama Rahayu Saraswati, lanjut Muhammad, dirinya akan bekerja satu paket, tidak sendiri-sendiri dalam membangun Tangsel dan menyejahterakan warganya.
"Menyejahterakan masyarakat Tangsel. Bukan hanya janji-janji tapi dengan bukti," ujarnya.
Bakal calon Wakil Wali Kota Tangsel, Rahayu Saraswati,  yang biasa disapa Saras, memastikan kehadiran mereka adalah untuk membawa Tangsel menuju perbaikan di banyak sektor.
"Kami hadir betul-betul ingin membawa perubahan. Sudah cukup pimpinan yang kemarin, sekarang saatnya kita memajukan Tangsel," tegasnya.
Kegiatan deklarasi dilanjutkan dengan mendengarkan pidato politik Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri dan berfoto bersama relawan dan para pendukung.
Menang dengan Cara Santun


Dalam kesempatan deklarasi tersebut juga, Muhammad-Saras memastikan bakal konsisten menjalankan politik santun untuk meraih kemenangan.
"Kami akan melakukan cara-cara yang baik dan santun. Ini adalah urusan politik, urusan dunia, hanya lima tahun sekali. Kami akan meraih kemenangan tetapi juga tidak boleh mengabaikan silaturahmi," jelas Muhammad.


Karena itu, dia meminta para pendukung pasangan Muhammad-Saras tidak menjalankan cara-cara tercela saat masa kampanye nanti.
"Saya minta para relawan, kader, kita melakukan dengan cara yang santun. Insya Allah dengan cara-cara santun kita bisa meraih kemenangan," ajaknya.
Sementara Saras menambahkan bahwa dirinya dan Muhammad merupakan representasi dari kebhinnekaan, persatuan Indonesia dan  semangat NKRI. Ini juga sesuai dengan jargon yang diusung Muhammad-Saras yaitu "Tangsel untuk Semua".


Mereka akan memastikan semua warga Tangsel bisa hidup rukun berdampingan dengan aman dan nyaman tanpa pandang latar belakang agama, suku, ras atau golongannya.
“Kami ingin mewujudkan Tangsel untuk semua. Tangsel yang menjadi rumah untuk semuanya, bukan untuk golongan tertentu,” ungkap politikus Partai Gerindra tersebut.


Slogan Tangsel
Ada momen menarik dalam seremoni deklarasi Muhammad-Saras. Dalam pidato politiknya, bakal calon Wakil Wali Kota Tangsel, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, mengusung akronim Tangsel sebagai visi-misi pasangannya.


"Kami Pasangan TANGSEL, T untuk Transparan; A adalah Akuntabel; N maksudnya Nyata pengabdian dan kerjanya; dan G adalah Gotong royong, yang tujuannya adalah untuk terwujudnya S yaitu Sejahtera warganya. E itu Elok Kotanya, dan L adalah Luhur Budinya. Kami Pasangan TANGSEL,” seru Saras disambut riuh tepuk tangan. (*/jojo)