Kuota Tidak Terserap, SMPN di Tangerang Akan Terima Siswa Luar Kota

Kuota Tidak Terserap, SMPN di Tangerang Akan Terima Siswa Luar Kota
Gedung SMPN 1 Tangerang

TR Online - Meski sudah menggunakan sistem zonasi lingkungan, prestasi dan perpindahan tugas orangtua untuk PPDB, ternyata daya tampung yang tersedia di sejumlah SMP Negeri di Kota Tangerang tidak terisi seluruhnya. Seperti di SMPN 1 Tangerang misalnya. Pendaftar di sekolah favorit tersebut tidak mencapai 100 persen dari kuota yang disediakan, yaitu 9 rombongan belajar atau 324 siswa.

Tercatat hingga tahap pengumuman, pendaftar di sekolah tersebut hanya 72 peserta dengan rincian 48 siswa dari jalur zonasi lingkungan, 16 siswa jalur prestasi dan 8 siswa jalur perpindahan tugas orangtua.

Panitia PPDB SMPN 1 Tangerang Asep Mulyana Hidayat mengatakan, pihaknya akan membuka PPDB lewat jalur zonasi wilayah dan luar kota tertanggal 5 - 6 Juli 2019. Hal ini untuk memenuhi daya tampung yang masih tersedia.

"Untuk memenuhi daya tampang, nanti penerimaan lewat zona wilayah dan luar kota," ujarnya kepada TangerangNews di SMPN 1 Tangerang, Rabu (3/7/2019).

Asep mengungkapkan, jika lewat jalur tersebut masih belum memenuhi daya tampung sekolah, pihaknya pun akan kembali menerima pendaftar tertanggal 10 Juli 2019. Namun tahap penerima kedua ini hanya untuk zonasi wilayah.

"Kalau masih ada yang kosong juga dan ada yang diterima tapi tidak daftar ulang, dibuka tahap 2. Polanya zona wilayah," jelasnya.

Asep menjelaskan, zonasi wilayah adalah sistem PPDB yang pesertanya diperuntukkan bagi siswa yang tinggal di kecamatan berbeda dari sekolah. Dalam sistem ini, di SMPN 1 Tangerang hanya menerima pendaftar yang bermukim di 5 kecamatan se-Kota Tangerang. Sementara penerimaannya pun bersaing lewat nilai.

"Nah jadi kalau zona wilayah di SMPN 1 Tangerang ini masuknya zona 2 dari 5 kecamatan, yaitu seperti Kecamatan Tangerang, Benda dan Neglasari," katanya.

Sedangkan zonasi luar kota adalah sistem PPDB yang pesertanya diperuntukkan bagi siswa yang tinggal di luar Kota Tangerang, dalam sistem ini penerimaannya juga bersaing lewat nilai.

Menurut Asep, peserta zonasi luar kota tidak memiliki PIN untuk mendaftar. Namun begitu, jika hendak mendaftar diimbau untuk mendatangi sekolah untuk meminta PIN, agar bisa mendaftar.