Lapas Wanita Tangerang Luncurkan Sembilan Inovasi

Lapas Wanita Tangerang Luncurkan Sembilan Inovasi
Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Banten Raden Andika Dwi Prasetya dalam peresmian sembilan inovasi pelayanan publik

TANGERANG | TRM

Dalam rangka meningkatkan dan memberikan layanan prima,Lapas Wanita Kelas IIA Tangerang meluncurkan sembilan inovasi pelayanan publik pada pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) yang dilakukan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Banten Raden Andika Dwi Prasetya di halaman Lapas Wanita Kelas IIA Tangerang, Selasa (11/8/20).

Dalam kesempatan itu, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Banten Raden Andika Dwi Prasetya mengapresiasinya langkah Inovasi yang dilakukan Lapas Kelas IIA Tangerang.

Menurutnya, hal tersebut merupakan terobosan baru sebagai solusi terbaik untuk tetap memberikan hak kunjungan warga binaan dan tetap mengikuti protokol kesehatan.

"Luar biasa ada sembilan inovasi. Tidak tanggung-tanggung. Inilah wujud keseriusan kita untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," kata Andika.

Andika mengatakan, salah satu inovasi yang menjadi perhatian adalah Temu Sapa atau tetap bertemu saat pandemi. Sebab, menurutnya, hal ini wujud dari pemenuhan hak warga binaan dengan tetap menerima kunjungan.

Kepala Lapas Wanita Kelas II A Tangerang Prihartati menjelaskan, inovasi-inovasi yang diluncurkan ini sebagai bentuk dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, terutama warga binaan.

Tujuannya, agar tercipta kenyamanan, kepuasan dan komunikasi dalam membangun citra positif pemasyarakatan yang lebih baik.

“Ini merupakan bentuk komitmen kami dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat dan WBP," ucapnya.

Wanita yang biasa disapa Jeger ini memaparkan sembilan inovasi publik yang diluncurkan, yakni Temu (Tetap Bertemu Saat Pandemi), SATRIO (Sistem Antrian Online), SAFIRA(Sistem Antrian Face Id Narapidana), dan GEROBAK SEHAT Lapas Tanggo.

Selain itu, ada pula inovasi SAPU DEWA (Sarana Pengaduan Dengan Whatsapp), SERGAP (Self Service Warga Binaan Pemasyarakatan), TENAR ANJUNGAN (Stempel Sinar UV Demi Keamanan dan Kunjungan), CEKATAN (Cek Atribut dan Kelengkapan), dan JAGO TAYANG (Jalur Disabilitas Go dan Duta Layanan Kunjungan).

"Jadi, inovasi ini sebenarnya tak hanya untuk meraih WBK dan WBBM. Tapi utamanya untuk memberikan pelayanan terbaik. Kan, baru kami yang membuka pelayanan kunjungan di masa pandemi ini," pungkasnya. (ply/srm)