Lebak Kejar LTT 157 Ribu Hektare pada 2026

Kamis, 23 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LEBAK | TR.CO.ID

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak menargetkan luas tambah tanam (LTT) mencapai 157 ribu hektare pada 2026 sebagai upaya mendukung ketahanan pangan nasional.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar, mengatakan pihaknya terus mengoptimalkan capaian tersebut melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan penyuluh pertanian lapangan (PPL) Kementerian Pertanian, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami bekerja keras dan berkolaborasi dengan berbagai pihak agar target LTT seluas 157 ribu hektare dapat tercapai dan berkontribusi terhadap ketersediaan pangan nasional,” ujarnya, Kamis (22/4/2026).

Menurutnya, Kabupaten Lebak sebagai salah satu lumbung pangan di Provinsi Banten optimistis dapat merealisasikan target tersebut. Hingga 14 April 2026, capaian LTT tercatat sekitar 44 ribu hektare atau 22 persen dari total target.

Baca Juga:  Debat Perdana Kandidat Pilkada Kota Tangerang Terapkan Lima Segmen

Ia menjelaskan, apabila target tercapai, produksi gabah diperkirakan melebihi 700 ribu ton atau setara sekitar 440 ribu ton beras.

“Produksi tersebut dipastikan surplus, mengingat kebutuhan konsumsi beras masyarakat Lebak yang berjumlah sekitar 1,5 juta jiwa hanya mencapai 180 ribu ton per tahun,” katanya.

Dengan demikian, Lebak diproyeksikan mengalami surplus beras hingga 260 ribu ton yang dapat disalurkan untuk memenuhi kebutuhan daerah lain.

Selain itu, Dinas Pertanian juga mendorong peningkatan indeks pertanaman (IP) hingga tiga kali musim tanam dalam setahun, dengan luas sawah baku sekitar 51 ribu hektare.

Untuk mengantisipasi potensi kemarau ekstrem atau fenomena El Nino, sejumlah langkah dilakukan, antara lain pemetaan wilayah rawan kekeringan, pemasangan pompanisasi, perbaikan jaringan irigasi, serta pembangunan embung.

Baca Juga:  Orang Tua dan Siswa Apresiasi Sekolah Gratis di Banten

Petani juga dianjurkan menggunakan varietas benih tahan kekeringan seperti Inpari 32, Inpari 42, dan Inpago 8 yang dinilai lebih adaptif pada lahan dengan keterbatasan air.

“Dengan pengaturan waktu tanam dan teknik budidaya yang tepat, produksi padi di lahan tadah hujan tetap dapat terjaga meskipun menghadapi musim kemarau,” ujarnya.

Rahmat menambahkan, pihaknya juga memperkuat sistem peringatan dini serta mengoptimalkan pengelolaan air untuk mendukung percepatan tanam di berbagai sentra produksi.

“Kami telah melakukan langkah antisipatif mulai dari pemetaan hingga penguatan sistem peringatan dini dan optimalisasi irigasi,” pungkasnya. (jat/dam)

Berita Terkait

Pemkot Gelar Sosialisasi Penempatan Tenaga Kerja Disabilitas
Jalur Akses Industri Diperbaiki, DPUPR Lakukan Penambalan Jalan Pajajaran Jatiuwung
Lawan Rokok, Dinas Kesehatan Maksimalkan Peran Puskesmas
Embarkasi Cipondoh Resmi Digunakan
Daftar Juara Lomba Video Kreatif PT TNG
Penanaman 1.000 Pohon Dorong RTH Tangerang
Kasus PT ABM Jadi Sorotan, Mahasiswa Angkat Suara
Mimpi Warga Banten Terwujud, Layanan Haji Lebih Dekat
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 12:58 WIB

Pemkot Gelar Sosialisasi Penempatan Tenaga Kerja Disabilitas

Kamis, 23 April 2026 - 12:56 WIB

Jalur Akses Industri Diperbaiki, DPUPR Lakukan Penambalan Jalan Pajajaran Jatiuwung

Kamis, 23 April 2026 - 12:54 WIB

Lawan Rokok, Dinas Kesehatan Maksimalkan Peran Puskesmas

Kamis, 23 April 2026 - 12:53 WIB

Embarkasi Cipondoh Resmi Digunakan

Kamis, 23 April 2026 - 12:50 WIB

Daftar Juara Lomba Video Kreatif PT TNG

Berita Terbaru

Daerah

Lawan Rokok, Dinas Kesehatan Maksimalkan Peran Puskesmas

Kamis, 23 Apr 2026 - 12:54 WIB

Daerah

Embarkasi Cipondoh Resmi Digunakan

Kamis, 23 Apr 2026 - 12:53 WIB

BUDAYA

Daftar Juara Lomba Video Kreatif PT TNG

Kamis, 23 Apr 2026 - 12:50 WIB