Mahasiswa Tuntut 5 Point ke Jokowi

Mahasiswa Tuntut 5 Point ke Jokowi
ISTIMEWA

LEBAK | TR.CO.ID

Kedatangan Presiden Jokowi ke Kabupaten Lebak untuk meresmikan Jalan Tol Serang-Rangkasbitung Seksi I direspons oleh Ikatan Mahasiswa Lebak (IMALA). IMALA akan menyampaikan lima tuntutan kepada Presiden Jokowi diantaranya, menuntaskan ganti rugi pembebasan lahan Tol Serang-Panimbang, menyediakan lahan pengganti dan wujudkan reformasi agraria yang berpihak pada rakyat, mewujudkan kebebasan sipil sesuai amanat konstitusi, menuntaskan kasus pelanggaran HAM masa lalu, dan memghapuskan kebijakan PPKM.

Ketua Umum Pengurus Pusat Imala Nukman Faluti menyebut, bahwa kedatangan orang nomor satu itu, ke Kabupaten Lebak tidak akan berdampak apa-apa.

“Kedatangan tersebut tidak berdampak baik bagi masyarakat Lebak yang belum mendapatkan ganti rugi pembebasan lahan dan pembangunan tol yang tidak memperhatikan saluran air sehingga menyebabkan banjir di sekitar area persawahan di dekat tol,” ungkapnya,  Senin (15/11/21).

Nukman menegaskan, bahwa keberadaan tol tidak memperhatikan lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) yang dialihfugsikan. Sehingga adanya tol justru merusak lahan milik masyarakat.

Jika mengacu pada UU Nomor 41 Tahun 2009 Pasal 44 ayat 3, pengalihfungsian lahan dapat dilakukan untuk kepentingan umum dengan syarat dilakukan kajian kelayakan strategis, disusun rencana alih fungsi lahan, dibebaskan kepemilikan haknya dari pemilik dan disediakan lahan pengganti terhadap lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) yang dialihfugsikan.

“Maka sudah jelas ini melanggar aturan yang ada dan janji Jokowi dalam melaksanakan reforma agraria tidak berjalan dengan baik malah banyak masyarakat yang kehilangan lahannya atas adanya beberapa pembangunan poyek strategis nasional di Kabupaten Lebak,” bebernya.

Dirinya juga berharap kedatangan Presiden Jokowi ke Kabupaten Lebak, terbuka menerima kritik dalam bentuk apapun.

“Kedatangan Presiden Jokowi kami Ikatan Mahasiswa Lebak (IMALA) akan menyambut dengan baik untuk bukti bahwa pak presiden terbuka dalam menerima kritik dalam bentuk apapun. Kami juga ingin diberi sambutan hangat dengan tidak ada tindakan refresif atau kekerasan, intimidasi dan bentuk hal lainnya dari aparat pengamanan bapak Presiden,” tukanya. (dam/bn/hel)