Mitos vs. Fakta HIV/AIDS: Jangan Takut, Kenali yang Sebenarnya!

Rabu, 10 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGERANG | TR.CO.ID

Infeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus) dan tahap akhirnya, AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome), sering kali diselimuti oleh kesalahpahaman yang tebal. Mitos-mitos ini tidak hanya menyesatkan, tetapi juga memicu diskriminasi terhadap Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA).

Untuk meluruskan informasi tersebut, Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Sari Asih Ciledug, dr. Astri Handayani, Sp.PD membeberkan tentang fakta dan mitos seputar HIV/AIDS.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mitos Paling Umum tentang HIV/AIDS

HIV Menular Lewat Gigitan Nyamuk atau Berbagi Alat Makan

FAKTA menurut dr. Astri Handayani, Sp.PD: Ini adalah mitos yang paling sering muncul dan salah besar. Virus HIV tidak menular melalui gigitan serangga (nyamuk, kutu, dll.) atau melalui air liur, keringat, sentuhan, berpelukan, berciuman, atau berbagi alat makan dan toilet.

“HIV menular hanya melalui cairan tubuh tertentu, yaitu darah, air mani, cairan vagina, cairan anus, dan air susu ibu (ASI). Dan ciuman pun jika tdk mempunyai luka di mukosa maka resiko penularannya sangat kecil,” tegas dr. Astri.

ODHA Akan Cepat Meninggal

FAKTA menurut dr. Astri Handayani, Sp.PD: Di era pengobatan modern, anggapan ini sudah tidak berlaku. Dengan kemajuan medis, khususnya terapi ARV (Antiretroviral), ODHA kini dapat menjalani hidup yang panjang dan sehat. Pengobatan ARV efektif menekan jumlah virus hingga tidak terdeteksi (Undetectable).

Baca Juga:  Bangunan MI AL-Khaeriyah Rusak Parah

“Dengan minum ARV rutin, virusnya bisa ditekan sampai U=U (Undetectable = Untransmittable). Artinya, virus tidak terdeteksi dan risiko penularan sangat kecil dan bahkan menjadi nol,” jelas dr. Astri.

Hanya Orang dari Kalangan Tertentu yang Bisa Terkena HIV

FAKTA menurut dr. Astri Handayani, Sp.PD: HIV tidak mengenal strata sosial, profesi, orientasi seksual, atau gaya hidup. Siapa pun dapat tertular jika melakukan perilaku berisiko, seperti berhubungan seksual tanpa kondom atau berbagi jarum suntik.

HIV/AIDS Bisa Disembuhkan dengan Obat Herbal atau Alternatif

FAKTA menurut dr. Astri Handayani, Sp.PD: Saat ini, belum ada obat yang dapat menyembuhkan HIV secara total. Satu-satunya pengobatan yang terbukti secara medis efektif adalah terapi ARV.

Penggunaan obat herbal tanpa pengawasan dokter justru berisiko merusak organ dan mengganggu efektivitas ARV.

Jika Hasil Tes HIV Negatif, Saya Tidak Perlu Khawatir Lagi

FAKTA menurut dr. Astri Handayani, Sp.PD: Hasil tes HIV dipengaruhi oleh masa jendela (window period), yaitu waktu yang dibutuhkan tubuh untuk memproduksi antibodi terhadap virus. Jika tes dilakukan terlalu cepat setelah paparan risiko, hasilnya bisa negatif palsu.

Oleh karena itu, tes harus diulang setelah masa jendela (biasanya 3 bulan) atau sesuai saran dokter.

Baca Juga:  Ketua TP Posyandu Banten Tinawati Andra Soni : Penerapan Enam SPM Posyandu Perlu Dukungan Semua Pihak

Kunci Pencegahan dan Pengobatan HIV

Lebih jauh dr. Astri Handayani, Sp.PD, menekankan bahwa deteksi dini dan kepatuhan pengobatan adalah kunci utama.

  1. Deteksi Dini Melalui VCT

Pemeriksaan melalui Voluntary Counselling and Testing (VCT) adalah cara termudah dan tercepat untuk mengetahui status HIV seseorang. Jika terdiagnosis positif, pengobatan dapat segera dimulai.

  1. Pentingnya Terapi ARV

Terapi ARV bukan sekadar obat, tetapi investasi untuk kesehatan jangka panjang dan perlindungan bagi orang lain. Pasien yang disiplin minum ARV akan memiliki kualitas hidup yang baik dan tidak berpotensi menularkan HIV.

  1. Pencegahan PrEP (Pre-Exposure Prophylaxis)

Bagi individu yang berisiko tinggi namun belum terinfeksi, ada opsi PrEP (obat yang diminum sebelum terpapar) untuk mengurangi risiko penularan.

Konsultasikan dengan dokter spesialis infeksi untuk mengetahui apakah Anda memenuhi syarat untuk program PrEP.

“Jangan hindari ODHA, hindarilah perilakunya. HIV tidak menular dengan mudah. Dengan dukungan penuh dan kepatuhan pengobatan, ODHA dapat beraktivitas dan berkarya seperti kita semua. Jauhi diskriminasi!”

Ingin Melakukan Tes HIV atau Konsultasi?

Anda dapat berkonsultasi langsung mengenai status HIV/AIDS, VCT, dan pengobatan ARV dengan dr. Astri Handayani, Sp.PD atau dokter spesialis Penyakit Dalam lain di RS Sari Asih Ciledug atau fasilitas kesehatan terdekat.(Wil)

Berita Terkait

Dinkes Kota Tangerang Imbau Warga Waspada Penyebaran Hanta Virus
Jalin Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan, RSUD Benda Resmi Layani Pasien JKN-KIS
Perluas Layanan Masyarakat Rentan, Sachrudin Resmikan BPJS Kesehatan di RSUD Benda
Waspada Virus Hanta, Pemkot Tangerang Ajak Warga Jaga Kebersihan Lingkungan
Mengenal Hantavirus: Ancaman Kesehatan dari Paparan Tikus yang Perlu Diwaspadai
Mengenal Hantavirus: Ancaman Kesehatan dari Paparan Tikus yang Perlu Diwaspadai
BPJS Ketenagakerjaan Berikan Santunan untuk Ahli Waris
Jaga Integritas dan Kesehatan Pegawai, CKG Hadir di Kejaksaan Negeri Kota Tangerang
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 15:43 WIB

Dinkes Kota Tangerang Imbau Warga Waspada Penyebaran Hanta Virus

Jumat, 15 Mei 2026 - 04:10 WIB

Jalin Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan, RSUD Benda Resmi Layani Pasien JKN-KIS

Jumat, 15 Mei 2026 - 04:07 WIB

Perluas Layanan Masyarakat Rentan, Sachrudin Resmikan BPJS Kesehatan di RSUD Benda

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:59 WIB

Waspada Virus Hanta, Pemkot Tangerang Ajak Warga Jaga Kebersihan Lingkungan

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:15 WIB

Mengenal Hantavirus: Ancaman Kesehatan dari Paparan Tikus yang Perlu Diwaspadai

Berita Terbaru

Daerah

Warga Jakarta Terlantar diselamatkan DINSOS Kota Tangerang

Jumat, 22 Mei 2026 - 22:52 WIB