Pelajar Asal Papua Nyaman Belajar di SMKN 10 Tangerang

Pelajar Asal Papua Nyaman Belajar di SMKN 10 Tangerang
Dua Pelajar asal Papua  Fadli Samuel Sokoy, Anprimo Gusti Sinnabar dan Adi Maryadi Kepala SMKN 10 Kabupaten Tangerang.

TANGERANG | TR.CO.ID

Dua pelajar asal Jayapura , provinisi Papua yang menimba ilmu di SMKN 10 Kabupaten Tangerang mengaku nyaman belajar di sekolah tersebut yang terletak di Desa Babakan Asem, kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang. Dua pelajar asal Papua itu yakni, Fadli Samuel Sokoy dan Anprimo Gusti Sinnabar. 

Fadli mengatakan, menimba ilmu di sekolah yang di pimpin Adi Maryadi sangat menyenangkan, selain baik juga ramah serta tenaga pendidk yang profesional dalam mengajar.

"Menurut saya belajar di SMKN 10 Kabupaten Tangerang sangat menyenangkan, senang dengan pendidikan taruna disini, cara laitihan nya, belajar nya disini senang juga, jurusan yang saya ambil juga merupakan jurusan yang saya inginkan yaitu Teknik Pesawat Udara. Gurunya semuanya baik - baik, jadi udah betah lah disini," katanya saat ditanya wartawan, Selasa (2/8/22).

Senada dengan Fadli, Anprimo juga mengungkapkan hal yang sama, menurutnya belajar di SMKN 10 meski baru 1 bulan membuatnya lupa akan kampung halaman.

"Sekolah disini senang, karena kita sudah berakrab sama teman - teman lain, bergaul bersama, saya senang tinggal disini, cita - cita saya jadi Tekhnisi Mesin Pesawat, saya ngambil kejuruan yang sama," papat lulusan SMPN 1 Sentani Jayapura ini.

Sementara itu Kepala SMKN 10 Kabupaten Tangerang, Adi Maryadi mengungkapkan, bahwa pihak nya diberikan amanah untuk mendidik dua siswa dari Papua oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten.

"Kita diberi amanah oleh Dindikbud Provinsi Banten mulai pelajaran tahun ini, kebetulan Dindikbud Banten dapat kuota untuk menerima siswa dari Papua Barat itu sebanyak 80 siswa.  Nah kita dapat dua siswa yaitu Nak Fadli dan Nak Frimo. Jadi SMKN 10 merupakan sekolah yang ditugaskan oleh Dinas Pendidikan untuk mendidik Siswa - siswa dari Papua dan Papua Barat," ujarnya.

Tekait biaya sehari - sehari, sambung Adi, itu sudah dibiayain oleh kementrian direktorat.

"Untuk awal juli sampai saat ini biaya itu kita tanggulangi dari pribadi dahulu, dari makannya, tempat tinggalnya, alat kebersihannya, pakaian sekolahnya dan yang lain lainnya," paparnya. 

"Alahamdulillah kita mendapatkan dua siswa ini, menurut saya insya Allah dalam waktu yang sudah satu bulan ini cukup baik dan luar biasa kaerena memang dia sudah bersosialisasi dengan teman - teman nya dan siswa ini jadi idola, bahwa ini loh saudara kita yang ada di  papua juga sekolah sisni (SMKN 10 Kabupaten Tangerang_red)  ini menjadi kebanggan tersendiri bagi siswa lain," tutur Adi. 

Kata Adi, pada MPLS kemarin dari TNI memberian materi dua siswa asal Papua juga menjadi idola untuk teman - teman sekolah yang ada di sini.

"Harapan saya, Insya Allah setelah lulus dari sini dia bisa mengembangkan ilmu yang di dapat disini di Papua atau pun Papua Barat, kebetulan anak kita ini dari Jayapura, mudah - mudahan ilmu yang didapat jurusannya yaitu Tekhnik Pesawat Udara di kembangkan di kampung halamannya, sehingga bisa berkembang sama dengan yang ada disini," pungkasnya. (ril/dam)