Pembunuh Wanita dalam Karung Ternyata Suami Korban

Pembunuh Wanita dalam Karung Ternyata Suami Korban

SERANG | TR.CO.ID 

Pelaku pembunuhan seorang wanita berinisial JN (37) yang jasadnya dimasukan kedalam karung kemudian dibuang di tumpukan sampah di pinggir jalan raya Laban – Cerucuk Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang pada Sabtu (30/07) sekitar pukul 08.00 WIB terkuak,  ternyata diketahui pelakunya adalah Adi (37) yang merupakaan paman kandung dari korban sekaligus suami korban. 

"Satreskrim Polres Serang dalam waktu sekitar 2x24 jam tepatnya pada Senin (01/8) sekitar pukul 10.00 Wib berhasil melakukan penangkapan terhadap pelaku pembunuhan atas nama PW alias Adi yang juga adalah suami korban, di rumah kontrakannya di Kampung Jati Lio, Desa Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang,” ungkap Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Shinto Silitonga, kepada Wartawan Selasa (2/8/22).

Pasca pemeriksaan terhadap pelaku, sambung Shinto, diperoleh fakta bahwa PW alias Adi juga merupakan paman kandung dari korban, sehingga pernikahan korban tersebut ilegal dan tidak mendapat restu dari keluarga.

"Hasil pernikahan ilegal korban dan pelaku telah mendapatkan dua orang anak, sebelum menikah dengan pelaku, korban sebelumnya telah memiliki suami sah dan memiliki dua anak. Sampai akhirnya korban meninggalkan suami sahnya dan memilih tinggal bersama dengan tersangka hingga mempunyai dua anak, yang pertama umur 5 tahun dan anak kedua berumur 40 hari,” jelas Shinto.

Shinto menguraikan, hasil pemeriksaan lanjutan terhadap tersangka dan ditemukan fakta-fakta kronologis pembunuhan, pada Jumat (29/07) sekitar pukul 01.50 Wib di kontrakan korban, anak korban yang baru lahir menangis di samping korban, pelaku mendengar tangisan tersebut dan membangunkan korban untuk menyusui bayi tersebut agar berhenti menangis, namun tidak mendapat respons sehingga bayi tersebut terus menangis dan membuat pelaku kesal,” tambah Shinto.

"Pelaku membekap bagian kepala korban serta menindih tubuh korban sehingga korban tidak dapat bergerak dan kehabisan napas sampai akhirnya korban meninggal. Kekesalan pelaku saat itu memuncak setelah sebelumnya pelaku sering mendapat umpatan dan makian dari korban karena dianggap tidak mampu mencukupi kebutuhan rumah tangganya selama ini, pelaku kemudian memindahkan bayi dari samping korban dan pelaku mengambil kasur dan langsung membekap bagian kepala korban serta menindih tubuh korban sehingga korban tidak dapat bergerak dan kehabisan napas sampai akhirnya korban meninggal dunia,” beber Shinto.

Setelah pelaku mengetahui korban meninggal, terang Shinto, kemudian tersangka membungkus korban dengan karung dan membuang ditempat pembuangan sampah, “Pada pagi harinya korban membeli dua buah karung dan menggunakan karung tersebut untuk membungkus jasad korban bersamaan dengan beberapa barang-barang bekas dalam kontrakan untuk kemudian membuang jasad korban dalam karung pada Sabtu (30/07) sekitar 03.00 Wib ke TKP dengan menggunakan 1 unit motor Honda Supra X-125 No.Pol : B-6659-GCZ, pasca membuang jasad korban, pelaku beraktivitas seperti biasa seolah-olah tidak ada peristiwa apa-apa bersama anak-anaknya.

"Adapun motif pelaku sampai tega membunuh istrinya sendiri dikarenakan sakit hati, karena sering mendapat umpatan dan makian dari korban,” jelasnya.

Dalam perkara tersebut, penyidik berhasil mengamankan barang bukti yang disita dari tersangka maupun saat di TKP, barang bukti yang berhasil disita adalah karung plastik putih, beragam tali, kain, bantal, kasur bayi, beberapa celana dan kain bekas dari TKP temu jasad korban, satu unit motor Honda Supra X-125, satu lembar kasur kapuk wara merah, satu buah bantal dan sarung bantal, tali tampar yang sama dengan jenis tali yang ditemukan di TKP temu jasad korban.

"Dan atas perbuatannya pelaku PW alias ADI dijerat dengan persangkaan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman pidana 15 tahun penjara," tutur Shinto.

Untuk memulihkan kondisi psikologis anak korban penyidik melakukan koordinasi dengan pihak terkait.

“Penyidik Satreskrim Polres Serang melakukan koordinasi intens terhadap pihak P2TP2A Kabupaten Serang dan pihak-pihak terkait lainnya untuk dapat memulihkan kondisi psikologis anak korban yang berusia 5 tahun mengetahui peristiwa pembunuhan tersebut juga untuk dapat merawat anak korban yang masih bayi,” pungkasnya. (hed/dam)