Penangkapan Pembunuhan disertai Mutilasi

Penangkapan Pembunuhan disertai Mutilasi

JAKARTA | TR.CO.ID

Pihak Kepolisian berhasil menangkap seorang remaja laki-laki berinisial A (17) dalam kasus pembunuhan disertai mutilasi dan menemukan
2 potongan 1 tangan kiri dan badan utuh. Dalam waktu 3 hari berhasil mengungkap dan menangkap 1 orang pelaku
dan potongan badan lainnya yaitu kaki dan kepala dengan korban inisial DS (24) yang berstatus masih pelajar .(10/12)

Pelaku dengan inisial A ditangkap pada Rabu (9/12/2020) di sekitar rumahnya di Jakasampurna, Bekasi Barat pada saat bermain game di salah satu warnet sekitaran rumahnya.
Wakapolres Metro Bekasi Kota AKBP Alfian Nurrizal menjelaskan, penangkapan itu berlangsung cepat karena pelaku tak memberikan perlawanan apa pun dan bahkan pelaku langsung
mengakui perbuatannya ketika ditanya pihak kepolisian.

Pelaku adalah anak dibawah umur yang setiap hari beraktifitas sebagai pengamen. Korban berkenalan dengan pelaku sejak bulan Juni dalam satu kendaraan umum ketika pelaku sedang mengamen.

Pelaku mengakui korban sering melakukan tindak asusila sesama jenis yang diimingi dengan bayaran sekitar Rp 100.000,- per setiap kali hubungan.

Yang menjadi kekesalan pelaku adalah tindak asusila yang pembayarannya makin lama semakin berkurang dan sempat diancam
dengan sebilah pisau lipat apabila tersangka tidak mau melayani korban pada malam itu.

Pada saat korban tertidur setelah melakukan tindak asusila, pelaku menusukkan sebuah parang ke badan pelaku,
2 bacokan ke bagian wajah, mata, lalu bacokan terakhir ke bagian leher . Pelaku mengaku kebingungan dan akhirnya memutilasi jasad korban dmembagi dan membungkus 4 bagian jasad
korban.

AKBP Alfian Nurrizal memastikan bahwa seluruh bagian tubuh DS sudah ditemukan polisi. Kepala DS ditemukan di pinggir sungai di kawasan Kayuringin, Bekasi Selatan.
Lokasi tersebut tak jauh dari tempat penemuan badan DS di pinggir Kalimalang pada 7 Desember."Enggak beda jauh lah dari sekitaran itu (lokasi penemuan badan). Beda RW saja
tapi di sekitaran Kayuringin," kata Alfian. Sementara itu, dua kaki DS ditemukan di dalam tempat sampah sekitar lokasi. "Kaki yang di tong sampah, kepala di pinggir sungai,"
jelas Alfian. Dengan ditemukannya dua kaki dan kepala DS, Alfian memastikan tubuh korban sudah lengkap. Temuan potongan badan tersebut lalu dikirim ke Rumah Sakit Polri
Kramat Jati guna diperiksa tim forensik.

Pelaku akan dijerat pasal 365 dan 368 dan akan akan diberlakukan tindak khusus karena pelaku masih dibawah umur.(fuad)