Prevalensi Stunting Kota Tangerang Bertahan di Angka 5,4 Persen, Pemkot Fokus Cegah Kasus Baru

Kamis, 11 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGERANG | TR.CO.ID

Pemerintah Kota Tangerang terus mengintensifkan upaya percepatan penurunan stunting melalui berbagai program pencegahan dan penanganan yang terintegrasi. Berdasarkan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM), prevalensi stunting di Kota Tangerang hingga Mei 2026 tercatat sebesar 5,4 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni, mengatakan angka tersebut relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, pemerintah tetap menjadikan penanganan stunting sebagai salah satu prioritas pembangunan kesehatan masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Angka prevalensi stunting masih berada di kisaran lima persen. Walaupun relatif stabil, anak-anak yang mengalami stunting tetap menjadi perhatian bersama dan membutuhkan penanganan berkelanjutan,” ujar dr. Dini.

Menurutnya, strategi penanganan stunting saat ini tidak hanya berfokus pada anak yang sudah mengalami stunting, tetapi lebih diarahkan pada pencegahan munculnya kasus baru. Intervensi dilakukan sejak usia remaja, calon pengantin, ibu hamil hingga balita.

Baca Juga:  Pemkot Tangerang Gerak Cepat Terjunkan Petugas Bersihkan Pemukiman Warga

“Fokus kami adalah mencegah lahirnya kasus stunting baru. Karena itu, berbagai program pencegahan terus diperkuat sejak masa remaja hingga periode tumbuh kembang anak,” jelasnya.

Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) menunjukkan tren prevalensi stunting di Kota Tangerang mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Angka stunting tercatat 19,1 persen pada 2018, turun menjadi 16,4 persen pada 2019, lalu kembali menurun menjadi 15,3 persen pada 2021 dan 11,8 persen pada 2022.

Meski sempat meningkat menjadi 17,6 persen pada 2023, prevalensi stunting kembali turun signifikan menjadi 11,2 persen pada 2024. Sementara pada 2025, survei SSGI tidak dilaksanakan.

Baca Juga:  Sufmi Dasco : Revisi UU Desa Tidak Boleh Menguntungkan 1 atau 2 Parpol Saja

Dinas Kesehatan menegaskan, keberhasilan menekan angka stunting tidak hanya bergantung pada sektor kesehatan. Sekitar 70 persen intervensi penurunan stunting berasal dari sektor nonkesehatan, seperti peningkatan kesejahteraan keluarga, perbaikan sanitasi, pendidikan, hingga pola pengasuhan anak.

“Penanganan stunting membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah, kader kesehatan, PKK, dunia usaha hingga masyarakat harus bergerak bersama agar anak-anak Kota Tangerang dapat tumbuh sehat, cerdas dan optimal,” kata dr. Dini.

Saat ini, berbagai program pencegahan terus diperkuat, mulai dari pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri, pemeriksaan kesehatan calon pengantin, layanan pemeriksaan kehamilan gratis, pemantauan tumbuh kembang balita melalui posyandu, hingga pemanfaatan aplikasi SIDATA yang terintegrasi dengan e-PPGBM untuk memperkuat pemantauan dan pelaporan kasus stunting secara digital.(Will)

Berita Terkait

Sambut Hari Anak Nasional 2026, Pemkot Tangerang Perkuat Kota Layak Anak Lewat PATBM dan Fasilitas Ramah Anak
Disnaker Tangsel Perketat Pengawasan Penyalur PMI, Tekan Risiko Eksploitasi Tenaga Kerja
Bagi Hafidz, Sekolah Gratis Bukan Sekadar Program Pemerintah, Tapi Harapan yang Membuat Mimpinya Tetap Hidup
DPMPTSP Kota Tangerang Perkuat Sinergi Lintas OPD untuk Mendorong Investasi
Berburu Kuliner dan Belanja UMKM, Festival Cisadane 2026 Siap Dongkrak Ekonomi Lokal
Pemkot Tangerang Alokasikan Rp1,038 Miliar untuk Bansos Mahasiswa, DPRD Dorong Kuota Penerima Ditambah
Disperkimtan Kota Tangerang Raih PAPTI Award 2026, Dinobatkan sebagai Penerbit SLF Terbaik
Sekda Herman: Akuntabilitas Harus Jadi Budaya Kerja Seluruh Perangkat Daerah
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 15:09 WIB

Sambut Hari Anak Nasional 2026, Pemkot Tangerang Perkuat Kota Layak Anak Lewat PATBM dan Fasilitas Ramah Anak

Jumat, 17 Juli 2026 - 12:07 WIB

Disnaker Tangsel Perketat Pengawasan Penyalur PMI, Tekan Risiko Eksploitasi Tenaga Kerja

Jumat, 17 Juli 2026 - 10:38 WIB

Bagi Hafidz, Sekolah Gratis Bukan Sekadar Program Pemerintah, Tapi Harapan yang Membuat Mimpinya Tetap Hidup

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:07 WIB

DPMPTSP Kota Tangerang Perkuat Sinergi Lintas OPD untuk Mendorong Investasi

Kamis, 16 Juli 2026 - 16:34 WIB

Berburu Kuliner dan Belanja UMKM, Festival Cisadane 2026 Siap Dongkrak Ekonomi Lokal

Berita Terbaru