Proyek KPT Rp38 M Sesuai RPJMD

Proyek KPT Rp38 M Sesuai RPJMD

TANGSEL | TR.CO.ID

Terkait lahan Proyek Kawasan Pertanian Terpadu (KPT) senilai Rp.38 miliar yang akan dijadikan Laboratorium edukasi pertanian di Ciater Serpong, Kota Tangerang Selatan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Nur Slamet menuturkan, pembangunan KPT sudah sesuai dengan RPJMD. 

"Penyerapan anggaran Jangan hanya dilihat sisi kerangkanya saja, KPT dibangun pada lahan seluas 18 hektare dengan sejumlah fasilitas seperti pusat pertanian, peternakan, perikanan dan pengembangan agrobisnis," tukas Mantan Asisten Daerah (Asda) III Setda Kota Tangsel itu kepada awak media ini Jumat (5/12) lalu.

Beliau juga menjelaskan, ada juga  2 bangunan berupa rumah kaca hidroponik dan dome di bagian belakang KPT. Kedua bangunan itu  sejak awal pandemi tahun 2020 yang lalu digunakan sebagai area karantina pasien Covid - 19.

"Tentunya pada tahun 2019 sudah ada beberapa program kerja DKP3 untuk mengelola lahan KPT, namun awal tahun 2020 dilanda Pandemi Covid-19, jadi sementara waktu kita tidak banyak melakukan kegiatan di lahan itu, karena ada dua bangunan dan lahan lainya  digunakan untuk penanganan Pasien Covid - 19," ungkap nya.

Adapun program yang tertunda DKP3, salah satunya yaitu menggelar pameran peningkatan program pertanian kota atau urban farming  kepada masyarakat di ruang khusus KPT.

"Walau demikian terus menerus kita melakukan perawatan lahan dan fasilitas nya dan saat ini tersedia  juga berbagai jenis bibit tanaman disana, dengan tujuan sebagai edukasi masyarakat agar bisa melakukan praktek bercocok tanam serta peningkatan program pertanian kota atau urban farming  kepada masyarakat serta sosialisasi mengenai pemberian vaksin gratis kepada pemilik binatang," paparnya.

Ia berharap, butuh dukungan dan kerja sama dari semua pihak agar khusus nya warga dilingkungan Tangsel dapat terhindar dari Covid - 19 maka Pemkot Tangsel berupaya melakukan penanganan secara serius di lahan KPT yang sementara waktu berubah fungsi sebagai tempat karantina pasien bergejala Covid-19. 

"Walau demikian kami terimakasih atas masukan dari semua kalangan dan semoga semua pihak dapat Berkontribusi untuk mendukung penanganan Covid -19 di area lahan KPT itu, dimana hampir seluruh area di lahan  itu digunakan untuk mendukung fasilitas karantina, agar warga terwujud harapan, kita bersama Hidup Sehat dan terhindar dari Virus Corona," pungkasnya.


Sedangkan Ketua RW 03 Iwan Setiawan saat dikonfirmasi mengatakan, soal lahan tersebut, ada pihak yang mengaku memiliki sertifikat tanah diatas lahan KPT dan kabar nya sedang melakukan gugatan. "Sepertinya nya ada dua pihak yang menggugat lahan KPT yang saya dengar, tapi saya tidak tahu siapa itu, dan saya juga tidak punya bukti, "Kata Ketua RW 03 yang akrab disapa Iwan, Ditemui dirumah nya kawasan Ciater, Minggu (5/12).

Ia menegaskan, Pemkot Tangsel kemungkinan menggunakan lahan KPT ini, untuk penanganan Pasien Covid -19 karena tidak ada lahan lagi karena lahan nya luas.

"Alhamdulillah, kami khusus nya Warga RW 03 sangat terbantu dan mendukung atas kesigapan Pemkot untuk menangani pasien Covid -19, dan mungkin saja tidak ada tempat lagi yang seluas lahan KPT ini, sehingga pengalihan lahan edukasi pertanian saat ini menjadi tempat penanganan pasien Covid -19," ucap Iwan dihadapan awak media ini.

Iwan mengakui bahwa dirinya juga pernah mendapat undangan dari pihak kelurahan Ciater terkait ada nya pihak yang mengklaim bahwa sebagian lahan KPT itu masih kepemilikan seseorang.

"Sempat ada undangan dari kantor kelurahan, Katanya sih, ada pihak yang menggugat kepemilikan tanah di lahan KPT itu, "Saya ada urusan, jadi wakil RW 03 kesana, dan ada pihak Pertanahan BPN Tangsel juga kabar nya di kelurahan Ciater pada waktu itu," ungkapnya.

Kendati demikian, Ketua lingkungan RW 03 itu berharap agar Tandon Ciater itu kembali dibuka menjadi kawasan wisata, agar dapat meningkatkan perekonomian warga Ciater khusus nya RW 03.

"Kalau bisa sih dikembalikan lagi menjadi tempat wisata, tapi Saya, apresiasi Sigap nya pihak Pemkot Tangsel dalam penanganan Covid-19 yang dialihkan di KPT itu, menjadi rumah Covid-19. Untuk pengalihan nya itu pada tahun 2020 awal, pengerjaan nya kurang lebih dalam kurun waktu 3 bulan, waktu itu saya belum menjabat sebagai ketua RW 03," ujarnya.

Diketahui sebelum nya Lembaga Advokasi Kebijakan Publik (LAKP) melakukan Laporan ke KPK atas dugaan korupsi proyek, Pembangunan Kawasan Pertanian Terpadu (KPT) di Dinas Pembangunan dan Penataan Ruang (DBPR) Pemkot Tangerang Selatan, pasalnya menurut pihak LAKP proyek itu mangkrak, menghabiskan anggaran sebesar Rp. 38 Miliar tahun APBD 2017 dan APBD 2018.(Man/Wan/Hel)