PTM Terbatas Dalam Perspektif Tujuan Pendidikan

PTM Terbatas Dalam Perspektif Tujuan Pendidikan
Rahman Faisal, S.S., M.M.Dosen Prodi Akuntansi D3 - Fakultas Ekonomi Universitas Pamulang

PAMULANG | TR.CO.ID

Perkembangan Kasus Covid-19 di Indonesia mulai melandai seiring membaiknya penanganan Covid-19. Walaupun Indonesia pernah memiliki kasus positif per hari mencapai 50rb-an

Rahman Faisal, S.S., M.M.Dosen Prodi Akuntansi D3 - Fakultas Ekonomi Universitas Pamulang memaparkan pendapat nya bahwa, aktivitas mulai kembali normal dengan dibuktikan beberapa ruas jalan kembali mengalami kemacetan dan kebijakan Ganjil Genap mulai diterapkan kembali karena mobilitas warga kembali normal. 

"Kebijakan Pemerintah terhadap Pembatasan Kegiatan Masyarakat telah turun level dan masing-masing daerah juga menyesuaikan kondisi daerahnya. Secara garis besar kasus Covid-19 pada menjelang akhir tahun 2021 ini cukup baik penanganannya secara keseluruhan," papar nya.

Namun dewasa ini kata Rahman, muncul kembali kasus Covid-19 Varian Omicron dimana Negara Afrika, Amerika dan Eropa telah banyak terjadi kasus penularannya dan WHO menghimbau bahwa varian Omicron jauh lebih cepat penularannya dari pada virus yang tren dikenal bernama varian delta. 

"Di Indonesia kasus penularan Covid-19 untuk varian omicron sudah masuk, namun memang belum terlihat penyebaran kasus omicron yang signifikan. Pastinya kita perlu tetap waspada dan tidak boleh lenggah terhadap protocol kesehatan yang harus tetap ketat dalam keseharian kita," ujar nya

Tentunya lanjut Rahman, dampak penyebaran kasus varian omicron yang sudah mulai masuk ke Indonesia menjadi perhatian Satgas tingkat Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota bahkan sampat tingkat RT/RW

"Perlu siaga agar tidak lengah dan muncul banyak kasus omicron di Indonesia. Dengan begitu perlunya PTM Terbatas dilakukan evaluasi/review agar tujuan pembelajaran tatap muka dapat terpenuhi dengan baik, "tukas akademisi UNPAM itu.

Walau demikian, Dengan mulai masuknya varian omicron di Indonesia membuat kegiatan PTM (Pertemuan Tatap Muka) terbatas perlu mendapat perhatian, Jangan sampai tujuan PTM ini membuat kita abai terhadap kesehatan dan keselamatan masyarakan luas.

"Tujuan PTM Terbatas tentunya untuk menghidupkan suasana belajar dan mengajar baik di tingkat sekolah maupun perguruan tinggi kembali normal, "Memang lanjut Rahman, tidak sepenuhnya dapat langsung diterapkan secara menyeluruh. Namun diterapkan dengan standard daerah yang level penularan kasus Covid-19 rendah dan taat akan Protokol Kesehatan," "ucap nya

Selain itu, tujuan PTM terbatas untuk mengakomodasi kebutuhan orang tua yang beranggapan dengan banyaknya belajar di Rumah membuat ruang gerak sosialisasi anak/remaja terbatas dengan teman sekelas/sekolah.

"Para orang tua mengharapkan PTM Terbatas dapat dilaksanakan dengan baik dan tujuan pembelajaran terpenuhi agar minat belajar siswa/I atau mahasiswa/I dapat terakomodasi dengan baik," imbuh nya.

Menurut Rahman, Geliat PTM Terbatas bukan tanpa tantangan, disatu sisi perlu peningkatan kualitas pendidikan, di sisi lain nya, harus dapat menghindari penyebaran kasus Covid-19 baru atau bahkan menjadi klaster baru penularan Covid-19 di Sekolah/Kampus. Diawal pemberlakuan PTM Terbatas bahkan terdapat kesalah-pahaman terhadap Klaster PTM di suatu daerah.

“Angka 2,8% satuan pendidikan itu bukanlah data klaster Covid-19, tetapi data satuan pendidikan yang melaporkan adanya warga sekolah yang pernah tertular Covid-19. Sehingga, lebih dari 97% satuan pendidikan tidak memiliki warga sekolah yang pernah tertular Covid-19, "beber nya.

Ia menjelaskan, disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (PAUD Dikdasmen), di Jakarta, Jumat (24/09/2021). Hal tersebut memang belum mengindikasikan bahwa penularan Kasus Covid-19 terjadi di lingkungan PTM Terbatas karena bisa saja terjadi di luar lingkungan PTM Terbatas. 

"Evaluasi PTM dalam perspektif akurasi tujuan pendidikan perlu dilakukan beberapa upaya, menggalakan/percepatan vaksinasi Usia Anak 6-11 dan 12-18 tahun ke atas, sebagai antibody tertentu dan juga Vaksin Booster untuk menghadapi Varian Omicron yang tentunya perlu dilakukan, "kata nya.

Kemudian sambung Rahman, Kedua adalah mengevaluasi kembali akurasi PTM pada Tujuan Pendidikan yang perlu di review oleh Internal Sekolah/Kampus maupun Dinas Pendidikan Terkait.

"Lakukan survey kepada orang tua maupun kalangan Siswa/I atau mahasiswa/i. Dengan demikian dapat diketahui bagaimana perspektif orang tua terhadap PTM Terbatas yang dilakukan apakah perlu dilanjutkan, dihentikan atau dilanjutkan dengan syarat dan mekanisme yang lebih baik lagi, 
"Cetus nya.

Rahman mengemukakan, Evaluasi PTM,  dalam perspekti akurasi tujuan pendidikan yaitu dengan melihat dan mengevaluasi/merevie Waktu pelaksanaan PTM, di tiap lokasi sekolah/kampus dan wilayah tertentu. Dengan demikian dapat diantisipasi mana saja wilayah yang dapat menyelenggarakan PTM Terbatas dan mana yang tidak sehingga tujuan pendidikan tidak menghalangi tujuan kesehatan 

"Penyebaran kasus Covid-19 dapat ditekan turun terus. Jumlah jam pertemuan memang dibandingkan waktu normal sudah baik, tapi apakah waktu tersebut dapat memenuhi kepuasan peserta didik dalam melaksanakan PTM terbatas di sekolah/kampus? Pertanyaan ini yang perlu dijawab kembali dan dilihat mana yang dapat lebih diperhatikan,"tutur nya

Selanjutnya, perlu dikaji lebih mengenai efektifitas PTM terbatas yang dibayangi kekhawatiran terhadap peningkatan kasus Covid-19 apalagi usia pelaksana PTM Terbatas belum sekuat usia yang matang. 

"Misalnya anak-anak tentu kita tidak tahu ketahanan antibody masing-masing termasuk juga kalangan mahasiswa. Karena setiap orang memiliki kekuatan antibody yang tidak sama dan merata. Inilah yang perlu diperhatikan dengan seksama agar jangan sampai tujuan PTM Terbatas terhadap tujuan pembelajaran tidak tercapai, "jelas kan kata Dosen warga Tangsel itu.

Berikutnya, faktor yang perlu dikaji adalah bagaimana kekhawatiran Orang Tua terhadap Kasus Penularan PTM perlu diwaspadai oleh para pemangku kebijakan/satgas tertentu. 

"Kekhawatiran orang tua dengan pelaksanaan PTM Terbatas dengan pertimbangan terjadinya penularan kepada anaknya menjadi perhatian tersendiri, "Karena itu kata Rahman, perlunya mengantisipasi penularan kepada peserta didik. Selanjutnya adalah penerapan Prokes di lingkupang PTM Terbatas perlu dimaksimalkan. Sebagai contoh salah satu sekolah di Solo dimana Guru yang mengajar PTM tidak memakai masker sampai mobil dinas Walikota Solo di parkir dihalaman sekolah, "kritik Rahman

Tidak kalah penting adalah, apakah Kinerja Pendidik sudah tepat atau maksimal dalam penerapan PTM terbatas. Dimana mereka melakukan PTM terbatas juga bukan tanpa perhitungan matang tetapi khawatir tertular atau bahkan menularkan kepada peserta didiknya.

"Dengan demikian secara kinerja jadi belum maksimal untuk hasil PTM Terbatas yang baik secara tujuannya. Evaluasi terhadap kinerja Tenaga pendidik perlu dilakukan agar hasil akhir dari akurasi tujuan PTM Terbatas tepat sasaran hingga tercapai dengan baik, "terang nya lebih lanjut.

Dirinya mengakui, Memang minat belajar tatap muka akan menjadi motivasi tersendiri setelah hampir 2 tahun melakukan pembelajaran secara virtual/online.namun akurasi tujuan PTM Terbatas menjadi penting jika pelaksanaan tepat sasaran, akan menjadi bias jika pelaksanaan PTM Terbatas tidak maksimal bahkan cenderung menjadi klaster tertentu di lokasi lain. 

Hal lainnya adalah, perlunya pendekatan mendasar dari pelaksanaan PTM terbatas ini agar mampu memberikan efek positif kepada peserta didik. Tidak jarang dalam pelaksanaan PTM Terbatas adanya pelanggaran seperti tidak mengenakan masker dengan baik, bahkan tidak menggunakan masker sama sekali (tidak memakai face shield juga). Tidak adanya jarak antara peserta didik juga membuat rasa PTM sebatas perencanaan tapi pada pelaksanaan kurang tepat.

"Hasil akhir PTM terbatas sebenar, nya untuk mempersiapkan proses belajar dan mengajar kembali normal seperti semula. Karena dengan berhentinya PTM semasa Covid-19 membuat peserta didik, tenaga pendidik/dosen perlu dilakukan adaptasi baru lagi agar mulai terbiasa PTM Terbatas dengan Penrapan Protokol Kesehatan, "ungkap Rahman.

Rahman menerangkan, Setelah penerapan PTM terbatas dan daerah-daerah mulai normal kembali dan Pandemi Covid-19 sudah mereda/kasusnya tidak lebih dari 10 per - hari bisa jadi pelaksanaan PTM dibuka secara normal dan serentak. 

"Hasil akhir menyimpulkan bahwa PTM terbatas diperlukan untuk semua, mulai dari peserta didik/siswa/mahasiswa dan tenaga pendidik/dosen serta staff pendukung, "terang nya

Dikatakan, Agar giat proses belajar dan mengajar kembali normal.perlu 
diperhatikan tujuan PTM Terbatas, lakukan evaluasi baik seara internal oleh institusi pendidikan yang menyelenggarakan PTM terbatas sampai Kemendikbud sebagai Kementerian yang membawahi institusi Pendidikan secara menyeluruh.

"Segera evaluasi secara internal institusi pendidikan yang menyelenggarakan PTM terbatas, Dengan demikian akurasi dari tujuan PTM Terbatas dengan tujuan pendidikan dapat selaras dan kehidupan di lingkungan pendidikan baik lingkungan sekolah/perguruan tinggi, normal kembali," tandas nya.
(man/hel)