Ribuan Rumah Terendam Banjir

Ribuan Rumah Terendam Banjir
Ribuan Rumah Terendam Banjir

LEBAK | TR.CO.ID

 

Kembali wilayah Kabupaten Lebak diterjang banjir dan tanah longsor. Berdasarkan data sementara dari BPBD Lebak, ada 18 kecamatan diterjang bencana alam.

 


Total rumah yang terkena bencana alam berjumlah 1.817 unit, dengan rusak berat sebanyak 42 unit. Bahkan ada santri hanyut karena derasnya air Sungai Cikangkahan. Dua bisa diselamatkan dan satu lagi masih dalam pencarian.


Masyarakat yang terdampak banjir tersebut tersebar di 18 kecamatan, antara lain Wanasalam, Cigemblong, Malingping, Cirinten, Bojongmanik, Leuwidamar, Gunungkencana, Banjarsari, Muncang, Lebak Gedong, Cirinten, Cipanas, Cijaku, Cileles, Cimarga, Kalanganyar, Cibadak, dan Rangkasbitung.


Ketinggian banjir itu berkisar antara 1,5 meter sampai 2,5 meter dan pemukiman warga yang dilanda banjir tersebut berada di lokasi sekitar aliran sungai.


"Ada 18 kecamatan, 37 desa terdampak, 1.817 rumah terendam banjir, 11 rumah rusak ringan, 5 rumah rusak sedang, 13 rumah rusak berat, 29 rumah rusak akibat longsor," ujar PLt BPBD Lebak, Febby Rezki Pratama, saat dikonfirmasi wartawan, kemarin.
Berdasarkan data yang diberikan oleh Febby, tanah longsor merusak tujuh rumah di Kecamatan Muncang, empat rumah di Lebak Gedong, tiga di Cipanas, dan 15 rumah di Kecamatan Cirinten.


Kemudian rumah yang terendam banjir berada di Kecamatan Wanasalam sebanyak 153, Kecamatan Cijaku ada 82 rumah, Kecamatan Cigemblong tiga rumah, Kecamatan Malingping ada 27 rumah.
Selanjutnya di Kecamatan Cirinten ada 34 rumah, Bojongmanik 10 rumah, Leuwidamar 373 rumah, Gunungkencana 50 rumah, Banjarasari 419 rumah, Cileles 9 rumah, dan Kecamatan Cimarga ada 40 rumah.


"Infrastruktur yang rusak ada jalan amblas sepanjang 10 meter di Kecamatan Muncang, SD 1 Filial di Muncang rusak, jalan poros desa di Bojongmanik amblas sepanjang 10 meter, jembatan gantung di Malingping ambruk," ucapnya, menerangkan dampak banjir dan longsor di Lebak.


Menurut Feby, ketinggian air di Sungai Ciberang mencapai 580 sentimeter dengan status awas. Nahas bagi santri yang terbawa arus di Sungai Cikangkahan, Kecamatan Malingping, dari tiga orang, dua santri berhasil diselamatkan, sedangkan satu lagi masih dalam pencarian.


"Korban hanyut atas nama Apud (17), santri pondok pesantren Darul Ulum. Seluruh lokasi bencana sedang di data. Pencarian korban hanyut dan pertolongan korban bencana alam melibatkan BPBD, Basarnas, TNI, Polri dan relawan," jelasnya.
Banjir bandang dan tanah longsor juga sempat menerjang Kabupaten Lebak pada 01 Januari 2020. Bencana alam itu di duga karena rusaknya ekosistem alam di Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) dan banyaknya penambangan liar.
Presiden Jokowi saat mengunjungi korban bencana di Kabupaten Lebak, pada Selasa, 07 Januari 2020, meminta tambang emas ilegal ditutup.


"Di Kabupaten Lebak, Banten, kita lihat ini karena perambahan hutan, karena penambangan emas secara ilegal. Gak bisa lagi, karena keuntungan satu dua tiga orang, kemudian ribuan lainnya dirugikan dengan adanya banjir bandang ini," kata Jokowi, saat meninjau Ponpes La Tansa, Kabupaten Lebak. (zal/jojo)