Ruang TU SMKN 4 Tangerang Terbakar

Ruang TU SMKN 4 Tangerang Terbakar

TANGERANG | TR.CO.ID

Diduga akibat konsleting listrik Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 4 Kabupaten Tangerang yang terletak di jalan lingkar pinang Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, terbakar akibatnya beberapa dokumen penting milik sekolah rusak.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPDB Kabupaten Tangerang Abdul Munir mengatakan, untuk memadamkan api yang membakar ruang TU yang bersebelahan dengn ruang guru SMKN 4 Kabupaten Tangerang, pihaknya mengerahkan 2 unit mobil Damkar dengan jumlah 10 personil

“Petugas sempat kesulitan untuk memadamkan api karena akses jalan menuju lokasi kejadian sempit namun akhirnya api bisa di padamkan oleh petugas yang di bantu oleh para guru,” kata Abdul Munir, dikutip, Rabu (3/8/22).

Lanjut Munir, beruntung pada kejadian kebakaran tersebut tidak ada korban jiwa, hanya saja kata dia, SMKN 4 Kabupaten Tangerang mengalami kerugian yang di taksir mencapai ratusan juta rupiah.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa namun peristiwa kebakaran tersebut sempat membuat para guru dan siswa berhamburan lari keluar untuk menyelamatkan diri”Katanya.

Sementara, Kepala Sekolah SMKN 4 Kabupaten Tangerang Suharni mengatakan, kejadiannya saat kegiatan belajar mengajar berlangsung tepatnya sekitar pukul 16.30 wib tiba-tiba asap mengepul dan siswa langsung berlari berhamburan untuk menyelamatkan diri.

“Siswa yang sedang belajar mencium bau asap, lantas mereka pada lari untuk menyelamatkan diri masing-masing kami sempat berusaha memadamkan api dengan alat pemadam yang kami punya,” terang Suharni.

Dia menambahkan, karena keberadaan Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) ini tidak jauh dari lokasi kejadian, akhirnya dia langsung melaporkannya agar ruangan tata usaha (TU) SMKN 4 Kabupaten Tangerang yang menyimpan banyak dokumen bisa segera di selamatkan.

“Jadi kalau dokumennya agak sedikit keganggu itu karen tersiram air nanti kita amankan dulu, kita identifikasi dulu, jadi kalau ada siswa yang dokumennya rusak atau tidak layak bisa minta ganti rugi,” pungkasnya. (fj/dam)