Terminal Cadasari Mulai Beroperasi

Terminal Cadasari Mulai Beroperasi

PANDEGLANG | TR.CO.ID

Lama terbengkalai terminal Cadasari ahirnya kembali beroprasi, terminal yang berlokasi di pintu gerbang kecamatan  Cadasari, Kabupaten Pandeglang kini diaktifkan kembali sebagai terminal tipe C,  itu sebagai upaya Pemerintah Daerah untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pandeglang, Atang Suhana menerangkan, terminal Cadasri  yang di gunakan kendaraan umum, seperti Angkot, Angkutan jurusan Serang - Pandeglang di haruskan masuk ke terminal. 
"Nantinya mereka didata dan dipungut retribusi sebesar Rp 2.000 setiap hari," tuturnya.

Atang mengakui sejak dibangun tahun 2018 lalu, dengan anggaran mencapai Rp 1,6 miliar, terminal tersebut tidak berjalan efektif. Padahal Terminal Cadasari memiliki potensi retribusi yang cukup besar, sehari petugas bisa mengumpulkan retribusi  yang cukup lumayan sekitar 70 -100 angkutan.

"Target PAD dari sektor retribusi terminal tahun 2022 sebesar Rp 300 juta dari seluruh terminal di Pandeglang. Saat ini sudah terealisasi sebesar 57 persen," sebut Atang.

Kata dia, kedepan Dishub akan terus mengefektifkan keberadaan Terminal Cadasari. Petugas akan ditempatkan setiap hari di depan pintu masuk dan dalam kawasan terminal. Bukan hanya itu, fasilitas dan akses menuju terminal juga akan segera diperbaiki.

"Kedepan kami akan menempatkan petugas di pintu masuk dan area terminal. Setiap hari akan kami turunkan 2 anggota wasdal, (pengawasaan dan pengendalian) terutama di depan. Jadi kapasitas petugas terminal ada di dalam," jelasnya.

Atang menguraikan, setelah Terminal Cadasari, pekan depan pihaknya juga akan mengaktifkan kembali Terminal Carita, dilanjutkan Terminal Panimbang diakhir bulan Agustus. Dia berharap sopir angkutan dan masyarakat bisa menyukseskan reaktivasi tiga terminal ini.

"Soal fasilitas dan akses, kami sudah berkoordinasi dengan pihak terkait. Kami sudah mengajukan pengajuan ke Dinas PUPR agar akses ke terminal diperbaiki. Semoga paling cepat di perubahan anggaran (APBD Perubahan 2022) bisa dilaksanakan," imbuhnya.

Sementara itu, salah seorang sopir angkutan, Ujang mengaku tidak mempersoalkan pemungutan retribusi di terminal. Hanya dia mengeluhkan ketidak tertiban sopir angkutan yang sering tidak mengikuti aturan. 

Apalagi tidak sedikit angkutan  Serang - Pandeglang  trayeknya  bukan trayek  serang - pandeglang (bodong) tanpa dilengkapi surat resmi,kenapa saya katakan bodong ,misalnya banyak  mobil hasil lelang dari luar yang di bawa ke pandeglang, (cat warna angkot serang- pandeglang) disisi mobil itu bukan asli angkot jurusan Serang- Pandeglang. (yan/dam)