TPA Jatiwaringin Butuh Terobosan

TPA Jatiwaringin Butuh Terobosan
TPA Jatiwaringin

TANGERANG | TRM

Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar membahas pengajuan pengelolaan TPA Jatiwaringin dari Biotek Indonesia yang dilaksnakan di Ruang Rapat Wareng Gedung Bupati Tangerang, di Tigaraksa, pada Senin (8/6) kemarin.

"Pengelolaan sampah TPA Jatiwaringin perlu ada trobosan sehingga tidak menggunung. Kita sudah mengajukan surat ke pemerintah pusat namun sampai saat ini belum ada jawaban," kata Bupati.

Zaki menegaskan, tidak mungkin kita membiarkan menimbun sampah di Jatiwaringin terus menerus tanpa ada terobosan, tapi lihat kerusakan lingkungan yang ditimbulkan itu jauh lebih besar dari nilai investasi kita kalau kita bikin incinerator.

"Tinggal kita cari incinerator nya yang ramah lingkungan apapun hasilnya pasti akan terima. Perencanaan kita ke depan di lokasi TPA Jatiwaringin akan ada tiga pabrik pemusnahan sampah," ucapnya.

Sementara, Prof. Rusdi dari Biotek Indonesia mengungkapkan, bahwa Pemkab Tangerang menyerahkan pengelolaan sampah kepada Biotek Indonesia untuk memusnahkan sampah di TPA Jatiwaringin dengan skema "menelan sampah" dan tehnik tersebut juga sudah berhasil dilakukan di India.

"Kami dari biotek Indonesia dalam 3 tahun bisa menyelesaikan masalah sampah di Kabupaten Tangerang yang sudah menjadi gundukan agar bisa rata dengan tanah," ujar Rusdi.

Satu unit mekanik itu, kata Rusdi, setidaknya 600 ton perhari dengan cara pemilah dan pengayakan sampah yang kemudian di slider.

"Kami akan memisahkan sampah organik dan non organik, yang organik itu bisa diolah menjadi kompos dan yang anorganik nya bisa kita arahkan sebagai bahan baku biji plastik," pungkasnya. (srm)