Ultras Suporter Bali United Tolak Hadir ke Stadion

Ultras Suporter Bali United Tolak Hadir ke Stadion
Ultras Suporter Bali United Tolak Hadir ke Stadion

JAKARTA | TR.CO.ID


Ultras suporter Bali United, Northsideboys12, menolak hadir ke stadion pada laga BRI Liga 1 2021. Alasannya, mereka menilai hal itu tak adil buat klub lain.

Wacana menghadirkan penonton diutarakan Gubernur Bali I Wayan Koster. Ia mengizinkan laga terakhir Bali United melawan Persik Kediri, Kamis (31/3/2022), bisa dihadiri penonton.

Kebetulan Bali United sudah dipastikan menjadi juara Liga 1 sejak pekan ke-33. I Wayan Koster memberikan kesempatan kepada suporter untuk merayakan keberhasilan tim kesayangan menjadi juara Liga 1.

Tapi wacana itu sepertinya tak mendapat sambutan dari semua kelompok suporter Bali United. Salah satunya Northsideboys12 yang dengan tegas menolak wacana ini.

Kelompok yang merupakan penghuni tribune utara Stadion Kapten I Wayan Dipta itu bahkan meluncurkan kampanye. Kelompok suporter ultras ini dengan tegas mengampanyekan 'Kosongkan Tribun Utara' di media sosial.

Sementara itu, I Wayan Koster juga mengusulkan pertandingan terakhir Bali United digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta. Padahal, laga tanpa kehadiran penonton dan tak ada tuan rumah merupakan kesepakatan semua klub sebelum kompetisi digelar.

Jika dua hal itu terjadi, maka ada dua regulasi yang tak dipatuhi. Meski PT Liga Indonesia Baru (LIB) sepertinya tak akan mengakomodir keinginan I Wayan Koster soal kehadiran penonton.

Tapi PT LIB setuju soal laga digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta. Malahan mereka sudah mengirim surat edaran ke klub-klub Liga 1 untuk mengizinkan Bali United main di kandangnya sendiri.

PT LIB menunggu jawaban semua klub dalam surat yang dikirim Senin (28/3). Tenggat waktunya pun singkat, jawaban klub harus dikirim paling lambat pukul 18.00 WIB, Senin (28/3). Lewat dari itu, klub dianggap setuju Bali United bermain di Stadion Kapten I Wayan Dipta.

Adapun alasan PT LIB memindahkan laga Bali United ke kandangnya sendiri karena mau menggelar seremoni gelar juara. Sementara Stadion Kompyang Sujana dan I Gusti Ngurah Rai dianggap kurang representatif. (dts/ris)