URGENSITAS DATA DALAM PERENCANAAN Antara ‘Data Perencanaan’ dan ‘Perencanaan Data’

URGENSITAS DATA DALAM PERENCANAAN Antara ‘Data Perencanaan’ dan ‘Perencanaan Data’

Perencanaan yang baik membutuhkan Data Perencanaan yang valid dan verified, dan jika perencanaan tidak didasarkan pada data, maka hanya akan menghasilkan daftar khayalan yang bersifat imajinatif,  karena muncul bukan dari proses objektivikasi melainkan subjektivikasi sebuah realitas (permasalahan).

Dan jika ini dipaksakan untuk diimplementasikan (dibumikan) dalam ‘ranah nyata’, maka hanya akan 
menghasilkan sebuah bias-telikung yang sangat besar terhadap kondisi (sebenarnya) yang diharapkan.

Objektivikasi Realitas yang akan menghasilkan Data, membutuhkan berbagai metode dan teknik, baik yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif, yang ini akan sangat bervariasi dalam implementasinya, karena 
akan membentuk jaringan-jaringan internal dan eksternal yang saling menghubungkan. 

Maka untuk memudahkan pemilahan, tentunya dibutuhkan sebuah kriteria atas berbagai klasifikasi data, yaitu berdasarkan: Ruang, Waktu, dan Aktivitas Kehidupan. Jika berdasarkan ‘Ruang’ maka akan 
terbentuk klasifikasi data yang bersifat ‘ke-ruang-an’ (panjang, lebar, tinggi, dll.), dan jika 
berdasarkan ‘Waktu’ maka akan terbentuk klasifikasi data yang bersifat ‘ke-waktu-an’ (hari, minggu, 
bulan, tahun, dll.), Serta jika berdasarkan ‘Aktivitas Kehidupan’ maka akan terbentuk klasifikasi 
data yang bersifat ‘ke-aktif-an dalam berkehidupan’ (sosial, ekonomi, budaya, sarana-prasarana, 
dll.).

Proses pemilahan dan penempatan data dalam kelompoknya berdasarkan jenis/fungsi/kebutuhannya, disebut  ‘Pengumpulan dan Klasifikasi Data’, sedangkan proses penggunaan data (misalnya untuk perencanaan pembangunan), berdasarkan pemilahan dan keterkaitan satu kelompok dengan yang lainnya, berdasarkan fungsi jaringan-jaringan pembentuknya, disebut ‘Perencanaan Data’.

Dan proses besar yang melibatkan perencanaan, pengumpulan-klasifikasi, pemeriksaan, dan 
penyebarluasan, disebut dengan ‘Pengelolaan Data’,yang bertujuan di antaranya untuk memudahkan kita dalam penggunaan data karena data diarahkan pada 'Prinsip Satu Data’ (standar data, metadata, kaidah data, dan kode referensi).

Sementara itu, dalam rangka gerakan Satu Data Indonesia, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Tangerang sudah melaksanakan kegiatan Forum Satu Data Indonesia – Kota Tangerang (SDI-KT), di Aula Akhlakul Karimah, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu.

Tangerang Satu Data merupakan program dari Pemerintah Pusat sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) tahun 39 tahun 2019 yang diturunkan kembali kepada Pemerintah Provinsi dan Kota/Kabupaten se Indonesia, seperti Kota Tangerang melalui Peraturan Walikota (Perwal) nomor 26 tahun 2021.

“Perwal ini berisi tentang pengelolaan Satu Data Indonesia di Kota Tangerang dengan empat komponen besar. Dimana, komponen ini bertanggung jawab membuat data yang baik dan benar, sehingga data 
tersebut dapat dimanfaatkan atau digunakan untuk keperluan yang beragam,” ujar Decky Priambodo, 
Kepala Bappeda Kota Tangerang.
 
"Sejauh ini, Bappeda sebagai sekretariat Satu Data Indonesia Kota Tangerang (SDI-KT), serta sebagai 
koordinator Forum SDI-KT, sudah membuat agenda pelaksanaan Forum SDI-KT. Pada Tahun 2021, Bappeda telah melaksanakan berbagai Forum SDI-KT, yang di antaranya dalam rangka penanganan Covid-19 dan penyusunan dokumen RKPD Tahun 2022," katanya, kemarin. 

"Sedangkan pada Tahun 2022, Bappeda juga telah melaksanakan Forum SDI-KT, yang di antara dalam rangka penyusunan dokumen RKPD-P Tahun 2022 dan RKPD Tahun 2023, serta dalam rangka koordinasi Data Penduduk yang terkait dengan Stunting di Kota Tangerang.  Dan ini akan terus berlanjut sampai di akhir tahun, 
baik yang secara regular maupun yang insidental, sesuai dengan kebutuhan," tambahnya.

Lebih lanjut dikatakan, dalam pelaksanaan pengumpulan data, Pemkot Tangerang telah dimulai pada tahun 2021 dengan memanfaatkan data melalui aplikasi yang telah tersedia melalui aplikasi milik Dinas 
Komunikasi dan Informatika (Diskominfo).

“Sambil menunggu data lain yang lebih detail, kami sudah running terlebih dahulu dengan data yang 
ada. Selain itu, kami pun telah mendefinisikan 3.000 judul data yang akan didistribusikan kepada 
seluruh OPD. Fungsinya untuk apa, ya fungsinya agar data ini semakin detail lagi, dan tidak menutup 
kemungkinan akan lebih banyak lagi,” tuturnya.

Decky juga menambahkan, selain itu ada tiga data yang menjadi fokus dari Pemkot Tangerang. “Jadi data ini yang memang berkaitan dengan bantuan kepada masyarakat, seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Dinas Sosial,” lanjutnya.

Dirinya berharap, dengan hadirnya Tangerang Satu Data, agar segala program yang dilakukan dapat tepat sasaran dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh warga Kota Tangerang.

“Dengan kita mempunyai bank data yang besar dan bekualitas. Data ini bisa dimanfaatkam bersama, mulai dari antar OPD, pemerintah kota, provinsi hingga pusat. Dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan analis  untuk membuat kebijakan,” pungkasnya.  (adv)