Usir Wartawan, Komisi ll DPRD Minta Maaf

Usir Wartawan, Komisi ll DPRD Minta Maaf
Pertemuan antara Komisi II DPRD Kabupaten Tangerang dengan awak media yang tergabung dalam Forum Kerja Jurnalis Kabupaten Tangerang.

KAB. TANGERANG | TR.CO.ID

Sempat ramai diberitakan beberapa waktu lalu, terkait pengusiran sejumlah awak media oleh oknum Anggota DPRD Kabupaten Tangerang saat hendak melakukan tugas jurnalistik. Selang beberapa waktu Komisi II DPRD Kabupaten Tangerang akhirnya menyatakan permintaah maaf kepada Forum Kerja (Forja) Jurnalis Kabupaten Tangerang terkait insiden tersebut.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Tangerang, Nasrullah menyatakan permintaan maafnya kepada insan pers dan Forum Kerja Jurnalis Kabupaten Tangerang, terkait adanya mis komunikasi antara Ketua Komisi II dengan beberapa awak media pada Jumat (10/6) lalu. 

Ia menegaskan, apabila ada kata-kata yang kurang pantas dan menyinggung wartawan, dirinya mengaku khilaf dan meminta untuk dibukaan permintaan maafnya. 

"Mungkin itu, kekhilafan saya, kita memohon maaf sebesar-besarnya. Tentunya kami ingin bermitra dengan media," ujarnya di hadapan sejumlah awak media.

Nasrulloh mengaku, tidak ada niatan dirinya untuk mengusir awak media ataupun menyembunyikan informasi yang dibahas oleh dirinya dan Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Tangerang. 

Dia pun mengaku siap membeberkan percakapan antara dirinya dengan Dinas Ketenagakerjaan. Yaitu, tentang pengawasan Dinas Ketenagakerjaan terhadap industri-industri yang ada di Kabupaten Tangerang. Pasalnya, selama ini dinas tersebut tidak memiliki taring dalam pengawasan. 

Sedangkan Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Tangerang yang memiliki wilayah, akan tetapi, pelibatan Disnaker Kabupaten Tangerang nyaris tidak ada sama sekali.

"Tidak ada hal aneh-aneh sebetulnya. Kita juga siaap menginformasikan terkait pembahasan dengan Dinas Ketenagakerjaan. Kemarin hanya konsultasi, bagaimana carana agar Disnaker memiliki taring, soalnya selama ini pengawasan ada di Dinas Ketenagakerjaan Provinsi," paparnya.

Senada dengan itu,  Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Tangerang, Tasripin menambahkan,  terkadang memang para anggota DPRD pun tidak mengetahui adanya wartawan yang sedang menjalankan profesinya. Dia juga berharap untuk kedepannya DPRD dan media terus menjalin komunikasi dengan baik. 

"Terkadang memang tidak tahu kalau ada teman-tan media. Karena id card juga tidak dipakai. Karena yang berpakaian santaiemang bisa jadi intel, bisa jadi media bisa jadi siapa saja. Mungkin ini hanya mis saja, kami berharap kedepannya komunikasi bisa terus terjalin agar tidak ada ke salah fahaman," imbuhnya.

Sementara itu, Azmi Samsul mengatakan, dirinya mengapresiasi terkait itikad baik yang dilakukan oleh Komisi II terhadap teman-teman wartawan. Khususnya Forum Kerja Jurnalis Kabupaten Tangerang. 

Pria yang menjabat sebagai Sekretaris Jendral (Sekjen) Forja itupun berharap, para wakil rakyat dan pemangku jabatan bisa menghargai dan tidak memandang rendah profesi seorang jurnalis.

"Saya mengapresiasi itikad baik yang dilakukan oleh Komisi II terkait kesalahfahaman yang telah terjadi. Ketika orang sudah meminta maaf, kenapa tidak memafkan," tukasnya. (fj/dam)