Warga Diminta Waspadai Hujan Lebat

Warga Diminta Waspadai Hujan Lebat
Warga Sedang Berada Dilokasi jalan yang rusak Akibat Longsor

LEBAK | TR.CO.ID

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, minta agar warga  mewaspadai hujan lebat disertai angin kencang dan petir/kilat guna mengurangi risiko kebencanaan. Pasalnya, akibat cuaca tak menentu tersebut, terkadang mengakibatkan kerusakan fasilitas umum dan fasilitas sosial.

Seperti yang terjadi di Kampung Sawah, Desa Darmasari, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak. Di daerah tersebut terjadi kerusakan jalan milik desa, diakibatkan  hujan turun terus menerus, sehingga jalan desa amblas sekitar Empat meter dan keretakan sepanjang 15 meter 

"Jalan milik desa amblas sekitar Empat meter dan retak di badan jalan sepanjang 15 meter. Hal tersebut terjadi karena hujan terus menerus. Untuk mengantisipasi  kejadian yang tidak diinginkan, kami sebar para relawan di setiap daerah,  " kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Lebak, Febby Rizky Pratama kepada media, Selasa (07/06/22).

Febby juga mengatakan, BPBD Lebak menyampaikan peringatan kewaspadaan sehubungan beberapa hari terakhir dilanda hujan lebat disertai angin kencang dan petir/kilat. 

Peluang cuaca buruk tersebut sekitar pukul 16.30 WIB hingga pukul 19.00 WIB dan berpotensi menimbulkan bencana alam. 

Selama ini , kata dia, wilayah Kabupaten Lebak masuk daerah rawan bencana banjir, longsor, angin puting beliung, sambaran petir dan pergerakan tanah.

Dengan demikian, BPBD Lebak minta warga yang tinggal di lokasi rawan bencana alam agar waspada menghadapi cuaca buruk tersebut.

Sebab, kondisi alam Kabupaten Lebak terdapat aliran sungai, perbukitan dan pegunungan.

BPBD Lebak kini memfokuskan untuk penyelamatan dan pertolongan jika terjadi bencana alam, sehingga telah dipastikan peralatan evakuasi dalam kondisi baik.

Begitu juga BPBD Lebak menyiapkan ketersediaan logistik untuk membantu warga korban bencana alam agar mereka tidak terjadi kerawanan   pangan dan obat-obatan.

Petugas dan relawan BPBD siaga untuk menghadapi bencana alam  agar tidak menimbulkan korban jiwa.

"Kami siaga penuh selama 24 jam untuk menghadapi bencana alam itu," kata dia.

Sementara itu, tokoh masyarakat Bayah Kabupaten Lebak, Erwin Komara Sukma mengatakan di wilayahnya dilanda longsor yang menimpa ruas jalan yang menghubungkan antar desa. 

Peristiwa itu, kata dia, terjadi Selasa dinihari, namun beruntung tidak ada korban jiwa. 

"Longsoran itu sepanjang 20 meter, sehingga tidak bisa dilintasi kendaraan roda empat," katanya. (eem/dam)