Warga Griya Asri Sukamanah 2 Rt 04 Bangun Musola

Warga Griya Asri Sukamanah 2 Rt 04 Bangun Musola

TANGERANG | TR.CO.ID

Warga RT 04 Perumahan Griya Asri Sukamanah 2, Desa Sukamanah, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang membangun Musola, sebagai tempat Ibadah umat Muslim secara gotong royong antar warga. Persiapan pembangunan musola tersebut selain sudah tersedianya bahan materil juga di tandai dengan menentukan arah kiblat serta pelatakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan. 

Panitia pembangunan mengundang KH. Muh yang merupakan adik kandung almarhum KH. Uci Turtusy (Abah Uci) Cilongok untuk menetukan arah kiblat yang akurat.

Selain itu pada prosesi sakral itu di hadiri oleh Direktur Utama PT Asri Yulian Pratama H. Suyoto selaku pengembang perumahan, Kepala Desa Sukamanah Rohadi Kamaludin, juga di hadiri oleh Penceramah kondang yang kerap muncul di stasiun televisi yakni Ustadz Hafidz Assaifi.

Kepala Desa Sukamanah Rohadi Kamaludin mengapresiasi warga dengan niatan mulia membangun tempat ibadah itu.

"Saya sebagai pemerintah desa sangat mendukung pembangunan musola ini sangat mulia sekali," ujar Rohadi kepada Harian Tangerang Raya, Kemarin.

Ia menambahkan, nantinya saat sudah selesai pembangunan, musola harus makmur jamaahnya.

"Jangan nanti musola sudah jadi tapi jamaahnya tidak ada, tapi saya yakin warga sukamah semuanya soleh," papar Rohadi.

Sementara itu, Ustadz Hafidz Assaifi yang hadir pada kesempatan itu mengatakan, hal tersebut adalah salah satu gerakan yang memang harus di wujudkan, dalam suatu hadits, barang siapa yang membangun tempat ibadah maka Allah akan membangun kan sebuah rumah di syurga. 

"Oleh kareanya ini adalah salah satu moment sedikit apapun kita dalam sumbangsih menyumbang pembangunan tempat ibadah atau musola, ini akan di balas oleh Allah, diantara salah satunya adalah akan di bangunkan oleh Allah Swt, sebuah rumah untuknya rumah di syurga," terangnya.

Maka momen seperti, sambung Hafidz, adalah menggerakan hati masyarakat untuk kepedulian sosial terhadap apapun itu.

"Dan itu memang untuk menggerakan seseorang itu peduli tidak untuk kebangkitan salah satu ummat diantaranya, kemudian pondasi ummat itu sendiri yaitu sarana ibadah, apakah mereka ada ketertarikan untuk kebaikan atau tidak itu juga memfilter masyarakat mana yang baik, mana yang tidak," imbuhnya.

"Sebetulnya yang di harapakan adalah kesadaran masyarakat itu sendiri bahwa yang butuh pahala itu bukan kita. kadang kadangkan kita sadarkan bawah mereka itu butuh pahala bukan hanya butuh waktu, sehingga uang itu kita alokasikan dengan secara memberikan pengarahan kepada mereka tentang pentingnya sesdekah, tentang pentingnya berbagi," imbuhnya. 

"kita patut mencontohlah, seperti sahabat - sahabat Nabi Abdurrohman Bin Auf itu sedekahnya untuk perjuangan nabi sampe 40 Milyar, kata nabi tidak akan berkurang harta seseorang bila bersedakah kecuali akan di tambah oleh Allah," demikian Hafidz. (fj/dam)