TANGERANG | TR.CO.ID
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mengadakan simulasi kedaruratan bencana sejak dini, melibatkan 2.838 siswa dari tingkat TK, SD, SMP, hingga SMA. Kegiatan ini berlangsung di Sekolah Mutiara Bangsa 1, Cipondoh, pada Selasa, 20 Agustus 2024. Simulasi ini bertujuan untuk membekali dan membiasakan seluruh stakeholder di sekolah agar selalu siap menghadapi kemungkinan bencana.
Penjabat (Pj) Wali Kota Tangerang, Nurdin, yang hadir dalam kegiatan mitigasi tersebut, menekankan pentingnya simulasi ini bagi generasi muda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Bencana tidak dapat kita cegah, namun kita dapat mempersiapkan diri agar dampaknya dapat diminimalkan. Melalui simulasi ini, kami ingin mengajarkan anak-anak sejak dini tentang apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan saat terjadi bencana. Hal ini akan membentuk budaya mitigasi yang kuat di lingkungan mereka, yang kemudian meluas ke keluarga serta masyarakat,” ujar Pj Nurdin.
Dalam upaya memperkuat kesiapsiagaan, lanjut Pj Nurdin, Pemkot Tangerang akan terus bekerja sama dengan BPBD Kota Tangerang untuk memperkuat relawan kebakaran serta proses pencegahan kebakaran dan bencana.
“Dengan upaya mitigasi yang berkelanjutan, diharapkan terbangun kesadaran kolektif di masyarakat mengenai pentingnya persiapan menghadapi bencana, mengingat tingkat kerawanan bencana di wilayah kita yang cukup tinggi,” tambahnya.
Selain itu, alumnus Universitas Indonesia ini menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam upaya membangun komunitas yang lebih tangguh dan siap menghadapi berbagai potensi bencana di masa depan.
“Melalui kesadaran bersama dan persiapan yang matang, kita berharap dapat meminimalisir korban jiwa dan dampak bencana jika bencana terjadi,” tutupnya. (fj/dam)









