TANGERANG | TR.CO.ID
Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Tangerang kembali menggelar Lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) Tingkat Kabupaten Tangerang Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Serbaguna Kabupaten Tangerang dan bertujuan mendorong inovasi teknologi yang bermanfaat langsung bagi masyarakat, Rabu (15/4/2026).
Pada tahun ini, lomba diikuti oleh 21 karya Teknologi Tepat Guna (TTG) serta 4 Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek) dari 16 kecamatan. Berbagai inovasi dipamerkan, mulai dari teknologi Sektor Pertanian, perikanan, perternakan, alat Pencegah Keracunan, hingga teknologi pengurai bakteri untuk septic tank yang ramah lingkungan dan efisien.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, yang mewakili Bupati Tangerang. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya inovasi teknologi yang lahir dari akar rumput untuk mempercepat kemandirian ekonomi desa.
“Teknologi Tepat Guna adalah jembatan antara kebutuhan masyarakat dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Intinya adalah efisiensi. Kita ingin melihat alat-alat yang dihasilkan hari ini benar-benar bisa dipakai petani kita untuk memanen lebih cepat, membantu pelaku UMKM mengemas produk lebih baik, hingga membantu ibu rumah tangga mengelola limbah domestik secara mandiri,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala DPMPD Kabupaten Tangerang, Yayat Rohimat, menjelaskan bahwa penilaian lomba dilakukan dalam dua kategori, yakni kelembagaan Posyantek dan produk alat TTG.
Ia menyebutkan, jumlah peserta tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 29 karya. Hal tersebut disebabkan pelaksanaan lomba yang berbarengan dengan Ujian Akhir Semester (UAS) siswa SMA sederajat.
Meski demikian, inovasi yang ditampilkan tetap didominasi sektor pertanian dan dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan.
“Hasil lomba TTG ini akan dibawa ke tingkat provinsi. Selanjutnya, inovasi tersebut dapat dikembangkan bersama pihak ketiga sesuai kebutuhan,” jelasnya.
Yayat juga menambahkan, pada tahun 2025 lalu terdapat inovasi unggulan berupa bio septic tank bernama “Bio Kasta” yang berhasil meraih juara di tingkat provinsi.
Ke depan, hasil lomba TTG baik tingkat kabupaten maupun provinsi akan mendapatkan pembinaan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) agar dapat dikembangkan secara berkelanjutan dan dimanfaatkan lebih luas oleh masyarakat.
Selain itu, Kabupaten Tangerang juga direncanakan menjadi tuan rumah Lomba TTG tingkat provinsi.
“Insya Allah, lomba TTG tingkat provinsi akan dilaksanakan di Kabupaten Tangerang,” ungkapnya.
Lomba TTG ini terbuka bagi masyarakat umum maupun pelajar. Pada tahun 2026, peserta berasal dari 15 kecamatan, di antaranya Tigaraksa, Sepatan, Kemiri, Jayanti, Legok, Panongan, Sukamulya, Pagedangan, Cisauk, Pakuhaji, Teluknaga, Jambe, Mekar Baru, dan Kresek.
DPMPD berharap ke depan seluruh kecamatan di Kabupaten Tangerang dapat berpartisipasi dalam ajang ini.
“Tujuan utama lomba TTG adalah menjaring inovasi dari masyarakat, baik pelajar maupun umum. Ini menunjukkan bahwa masyarakat siap dan mampu berinovasi,” pungkas Yayat. (dam)









