JAKARTA | TR.CO.ID
Minggu lalu, Stadion Montjuic menjadi saksi dari ketegangan di dalam tim Barcelona setelah pertandingan imbang 3-3 yang dramatis melawan Granada. Kabar tersebut memberikan sorotan pada Presiden Barcelona, Joan Laporta, yang dikabarkan mengamuk di ruang ganti pemain sebagai ekspresi kekecewaannya.
Meskipun berhadapan dengan tim peringkat 19 LaLiga 2023/2024, Barcelona gagal meraup tiga poin yang sangat diharapkan. Laporan Catalunya Radio menyebutkan bahwa Laporta secara langsung mendatangi ruang ganti pemain dan melempar beberapa nampan kue canapes sebagai bentuk ekspresi frustrasinya.
Hasil imbang ini semakin menambah catatan negatif Barcelona di kandang, menyusul kekalahan 3-5 dari Villarreal dua pekan sebelumnya. Kekalahan tersebut memicu desakan pengunduran diri pelatih Xavi Hernandez, yang akhirnya mengumumkan akan meninggalkan klub pada akhir musim ini.
Pertandingan melawan Granada sendiri menyajikan sejumlah momen dramatis, termasuk unggul terlebih dahulu lewat Lamine Yamal, imbang 1-1 oleh Ricard Sanchez sebelum turun minum, dan skor bergulir hingga akhir pertandingan.
Pelatih Xavi Hernandez menyampaikan kekecewaannya terhadap kesalahan defensif yang merugikan timnya. “Hari ini kami memberikan gol lagi untuk lawan, dan ini selalu terjadi musim ini. Kami tidak bisa membuat kesalahan seperti ini dan seharusnya tidak berulang,” kata Xavi.
Pernyataan Xavi menyoroti masalah dalam pertahanan Barcelona, yang diakui olehnya sebagai salah satu aspek yang memerlukan perbaikan mendesak. Kemarahan Presiden Laporta, yang menjadi sorotan utama, menciptakan tekanan tambahan pada tim untuk mencapai performa yang lebih baik dalam sisa musim ini.
Penulis : bs









