Muslimah Pilar Keluarga Beriman dan Berdaya

Senin, 15 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | TR.CO.ID

Sebuah gagasan strategis dan menyentuh disampaikan oleh Dr. H. Wihaji, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Republik Indonesia, ia menyampaikan bahwa, perempuan muslimah bukan hanya penjaga rumah tangga, tetapi fondasi utama dalam membangun keluarga yang beriman, berdaya, dan tangguh menghadapi zaman.

Dalam sesi bertajuk “Muslimah sebagai Pilar Keluarga Beriman dan Berdaya: Strategi Nasional Pembangunan Perempuan dalam Keluarga Tangguh,”

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wihaji menegaskan, pembangunan perempuan harus dimulai dari rumah. Keluarga bukan sekadar unit sosial, melainkan ruang pertama pembentukan karakter bangsa. Dan di dalamnya, muslimah berperan sebagai pendidik, pemimpin, dan penjaga nilai.

Baca Juga:  HUT ke-79 Polri, Cucun Dorong Penguatan Transformasi Digital dan Pendekatan Humanis

“Ketahanan keluarga bukan hanya soal ekonomi atau struktur. Ia tumbuh dari nilai, cinta, dan kepemimpinan perempuan. Muslimah adalah penjaga peradaban yang dimulai dari rumah,” ujarnya.

Beliau juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah dan organisasi perempuan seperti Wanita Islam dalam membina perempuan Indonesia agar mampu menjadi agen perubahan. Strategi nasional yang ia paparkan mencakup penguatan peran ibu sebagai pendidik pertama, pelindung nilai spiritual, dan penggerak kesejahteraan keluarga.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Wanita Islam, Dra. Hj. Marfuah Musthofa mengatakan, muslimah menjadi penanda arah perjuangan yang lebih luas.

Beliau menegaskan bahwa Milad ke-63 bukan sekadar mengenang jejak sejarah organisasi, melainkan sebuah seruan untuk memperkuat tanggung jawab keumatan.

Baca Juga:  HKTI Segera Munas Sinyal Penyatuan Dua Kubu Menguat

“Seluruh kader Wanita Islam untuk tampil sebagai garda terdepan dalam membangun masyarakat yang menjunjung tinggi nilai keimanan, keadaban, dan kemandirian,” imbaunya.

Sementara Sekretaris Jenderal Wanita Islam menyampaikan, refleksi mendalam tentang kekuatan organisasi. Menurutnya, Wanita Islam berdiri kokoh di atas dua fondasi utama: konsolidasi dan doa.

“Konsolidasi menjadi energi kolektif yang menyatukan langkah lintas wilayah, sementara doa adalah kekuatan spiritual yang meneguhkan arah perjuangan. Dua elemen ini menjadikan gerakan muslimah tetap relevan, adaptif, dan berdaya tahan di tengah dinamika zaman, ” pungkasnya. (wil/mas/dam)

Berita Terkait

Hari Lahir Pancasila, Bupati Serukan Persatuan dan Toleransi
Pancasila Jadi Pedoman Membangun Bangsa
Bupati Tangerang Puji Peran TNI Bangun Pesantren
IKPP Tangerang Salurkan 7 Sapi dan 18 Kambing ke Warga Sekitar
Perkuat Kontribusi Sosial dan Lingkungan, Lima Unit Usaha APP Group Raih TOP CSR Awards 2026
Mengenal Hantavirus: Ancaman Kesehatan dari Paparan Tikus yang Perlu Diwaspadai
PSEL Serang Raya Dibangun di TPSA Cilowong
Megawati Hangestri Pertiwi Mundur Dari Timnas Voli Indonesia
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 11:44 WIB

Hari Lahir Pancasila, Bupati Serukan Persatuan dan Toleransi

Selasa, 2 Juni 2026 - 11:40 WIB

Pancasila Jadi Pedoman Membangun Bangsa

Selasa, 2 Juni 2026 - 11:17 WIB

Bupati Tangerang Puji Peran TNI Bangun Pesantren

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:52 WIB

IKPP Tangerang Salurkan 7 Sapi dan 18 Kambing ke Warga Sekitar

Selasa, 26 Mei 2026 - 11:32 WIB

Perkuat Kontribusi Sosial dan Lingkungan, Lima Unit Usaha APP Group Raih TOP CSR Awards 2026

Berita Terbaru

Bola

Khvicha Kvaratskhelia Pemain Terbaik Liga Champions

Selasa, 2 Jun 2026 - 14:32 WIB

Daerah

Ribuan Penerima Bansos Terindikasi Judol

Selasa, 2 Jun 2026 - 14:30 WIB