TANGERANG | TR.CO.ID
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mengusulkan pembangunan kolam retensi dan perbaikan dimensi saluran drainase sebagai solusi penanggulangan banjir di jalur akses menuju Bandara Soekarno-Hatta. Usulan ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi bersama Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Senin (16/3/2026).
Dalam rapat daring yang dihadiri oleh perwakilan Kementerian PU, BBWS Ciliwung-Cisadane, hingga PT Angkasa Pura Indonesia tersebut, Bappeda Kota Tangerang memaparkan hasil kajian teknis di kawasan sisi selatan Tol Sedyatmo, khususnya wilayah Jalan Benda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Bappeda Kota Tangerang, Hj. Yeti Rohaeti, mengungkapkan bahwa jalur strategis menuju gerbang udara nasional tersebut sering terkendala genangan akibat kondisi geografis saluran yang datar serta adanya penyempitan (bottleneck) di antara bangunan warga.
“Kajian kami mengidentifikasi adanya sedimentasi tinggi dan keterbatasan akses untuk normalisasi. Oleh karena itu, kami merencanakan langkah teknis berupa perbaikan dimensi saluran, pemasangan pintu air di Kali Kamal, hingga normalisasi gorong-gorong di bawah tol,” ujar Yeti.
Persoalan banjir di akses bandara tidak bisa diselesaikan secara parsial. Hasil rapat menyepakati akan dilakukannya survei lapangan bersama yang dikoordinasikan oleh BBWS Kementerian PU. Survei ini bertujuan untuk mengintegrasikan rencana penanganan banjir antara wilayah Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan DKI Jakarta agar aliran air tidak sekadar berpindah lokasi.
PT Jasa Marga dan PT Angkasa Pura Indonesia juga turut dilibatkan untuk memastikan bahwa normalisasi drainase di bawah jalan tol dan di dalam kawasan bandara berjalan selaras dengan proyek yang dilakukan pemerintah daerah.
Pemkot Tangerang menyatakan komitmennya untuk segera menindaklanjuti koordinasi ini ke tahap teknis lapangan. Diharapkan dengan sinergi lintas sektor ini, aksesibilitas menuju Bandara Soekarno-Hatta tetap terjaga meski dalam kondisi curah hujan tinggi, demi mendukung kelancaran transportasi nasional. (Wil)









