TANGERANG | TR.CO.ID
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus memperkuat upaya menciptakan iklim investasi yang kondusif, mudah, dan memberikan kepastian bagi para pelaku usaha. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari strategi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Tangerang mencatat realisasi investasi sepanjang triwulan pertama 2026 mencapai Rp5,45 triliun. Angka tersebut setara dengan 35,97 persen dari target investasi tahun 2026 yang ditetapkan sebesar Rp15,15 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala DPMPTSP Kota Tangerang, Sugihharto Achmad Bagdja, mengatakan capaian tersebut menjadi modal positif di tengah kondisi perekonomian global yang masih dinamis.
“Alhamdulillah, pada triwulan pertama kami telah mencapai realisasi investasi sebesar Rp5,45 triliun. Mudah-mudahan pada triwulan berikutnya kondisi ekonomi semakin kondusif sehingga tidak memengaruhi iklim investasi para pelaku usaha di Kota Tangerang,” ujarnya.
Sebagai perbandingan, sepanjang 2025 lalu Kota Tangerang berhasil membukukan realisasi investasi sebesar Rp22,54 triliun.
Untuk menjaga tren positif tersebut, Pemkot Tangerang terus memperkuat koordinasi dan kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD), khususnya dalam memberikan pelayanan perizinan yang cepat, mudah, dan transparan.
Wali Kota Tangerang menegaskan seluruh perangkat daerah yang berkaitan dengan pelayanan perizinan harus memberikan kemudahan bagi investor agar proses investasi dapat berjalan lebih efektif.
“Saya tegaskan kepada perangkat daerah terkait perizinan, jangan ada yang dipersulit. Semua harus dipermudah, didekatkan, dan dipercepat karena hal tersebut berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi dan pembukaan lapangan kerja,” tegasnya.
Selain mempercepat layanan, Pemkot Tangerang juga berkomitmen menjaga integritas dan kepastian hukum untuk meningkatkan kepercayaan investor.
“Kepercayaan investor harus terus dijaga melalui pelayanan yang cepat, pasti, dan transparan demi menciptakan iklim investasi yang sehat serta berkelanjutan,” lanjutnya.
Berdasarkan data penanaman modal tahun 2026, Singapura menjadi negara penyumbang investasi terbesar di Kota Tangerang dengan nilai mencapai Rp574,76 miliar. Posisi berikutnya ditempati Hongkong sebesar Rp207,53 miliar, Malaysia Rp96,27 miliar, Tiongkok Rp87,07 miliar, dan Jepang sebesar Rp66,64 miliar.
Sementara itu, sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi menjadi bidang usaha dengan nilai investasi tertinggi, yakni mencapai Rp4,41 triliun. Selanjutnya disusul sektor perdagangan dan reparasi sebesar Rp2,81 triliun, industri karet dan plastik Rp2,55 triliun, perumahan, kawasan industri, dan perkantoran sebesar Rp2,26 triliun, serta industri kimia dan farmasi senilai Rp1,44 triliun.
Melalui penguatan sinergi antarperangkat daerah dan peningkatan kualitas pelayanan, Pemkot Tangerang berharap realisasi investasi pada tahun ini dapat terus tumbuh dan memberikan dampak positif bagi pembangunan ekonomi daerah.(Wil)









