PANDEGLANG | TR.CO.ID
Kampung Leuwikopo, Desa Parungkokosan, Kecamatan Cikeusik mengalami kekhawatiran serius akibat kerusakan bertambahnya tembok penahan tanah (TPT) pada saluran irigasi sekunder Bendungan Cibaliung.
Situasi semakin memburuk setelah hujan deras yang berkepanjangan dalam dua hari terakhir, memperluas longsor yang sebelumnya hanya terbatas pada beberapa meter, sekarang telah merambah ke area yang lebih luas di sisi lain saluran irigasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hadi, seorang staf Desa Parungkokosan, Kecamatan Cikeusik, menyatakan keprihatinan warga dan pihaknya terkait minimnya perhatian dari pemerintah Provinsi Banten, DPUPR, dan BBWS3 (Balai Besar Wilayah Ciujung Cidurian Ciliman) terhadap perbaikan saluran irigasi yang kian memprihatinkan.
“Kondisi longsor semakin parah akibat terjangan air yang semakin deras. Lokasi irigasi ini terbengkalai dalam pemeliharaan dan pembangunan oleh pemerintah setempat maupun instansi terkait,” ujar Hadi dengan keprihatinan, Senin (8/1/2024).
Warga dan staf desa setempat sangat mengharapkan intervensi cepat dari pemerintah Provinsi Banten, DPUPR, dan BBWS3 untuk segera memperbaiki saluran irigasi yang mengalami longsor. Mereka mengkhawatirkan dampak yang semakin meluas dari longsor ini, termasuk ancaman erosi yang mengancam jalan Desa.
“Saat ini, longsoran semakin mengkhawatirkan. Jika tidak segera ditangani, kami khawatir irigasi ini akan semakin rusak, terutama di musim penghujan seperti sekarang,” tambah Hadi.
Menurutnya, pada tahun 2022, irigasi Cibaliung telah mengalami longsor pertama. Warga telah mengajukan permohonan untuk perbaikan, namun hingga saat ini, hanya janji-janji tanpa realisasi yang diterima.
“Kami harapkan tindakan konkret segera dilakukan oleh pemerintah setempat. Keterlambatan dalam perbaikan ini akan mengakibatkan kerugian yang lebih besar bagi warga,” tandasnya.
Situasi ini mendesak untuk mendapatkan perhatian serius, karena ancaman longsor yang semakin membesar bukan hanya berdampak pada saluran irigasi, tetapi juga akan berpotensi merusak akses jalan desa, meningkatkan risiko erosi, dan memperparah kondisi infrastruktur yang ada.
Para pemangku kepentingan diharapkan dapat segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki saluran irigasi dan mencegah kerugian yang lebih besar bagi masyarakat setempat.
Penulis : ian
Editor : ris









