BLITAR | TR.CO.ID
Lanjutan BRI Liga 1 antara Arema dan PSM Makassar di Stadion Soepriadi, Kota Blitar, berakhir imbang dengan skor 1-1. PSM Makassar sempat unggul terlebih dahulu melalui gol Nermin Haljeta pada menit ke-64, sebelum Arema menyamakan kedudukan lewat sepakan Pablo Oliveira dua menit kemudian.
Hasil imbang ini disayangkan oleh Pelatih Arema, Jose Manuel Gomes da Silva, karena timnya memiliki banyak peluang namun gagal mengonversinya menjadi gol. Bahkan, meski unggul jumlah pemain setelah kartu merah yang diberikan kepada Albertine Joao Pereira pada menit ke-81, Arema tidak mampu mencetak gol tambahan.
“Jadi sayang sekali hari ini Arema hanya mendapatkan satu poin. Babak kedua kami menciptakan banyak peluang, tetapi belum beruntung. Kami akan fokus ke pertandingan selanjutnya,” ujar Gomes seusai laga.
Di sisi lain, Pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares, juga mengungkapkan kekecewaannya. Dalam sesi konferensi pers, pelatih asal Portugal itu menyoroti beberapa aspek yang menurutnya merugikan timnya, termasuk kondisi lapangan dan keputusan wasit.
“Kedua tim layak mendapatkan kondisi yang lebih baik karena lapangan tidak bagus. Ketika PSM Makassar bermain tandang, sering kali bertemu lapangan seperti ini. Kami kehilangan tiga pemain karena cedera akibat kondisi lapangan,” ujar Tavares.
Selain itu, Tavares menilai timnya seharusnya mendapatkan penalti saat salah satu pemain Arema melakukan pelanggaran di dalam kotak terlarang.
“Wasit seharusnya melihat kejadian itu. Kalau wasit bagus, pasti akan diberikan penalti karena itu sangat jelas. Saya berharap ada keputusan yang lebih adil. Meski begitu, saya bangga dengan para pemain karena mampu membawa pulang satu poin dari laga tandang,” tutupnya.
Hasil ini membuat kedua tim harus puas berbagi poin, dengan Arema dan PSM Makassar kini bersiap menghadapi laga berikutnya di kompetisi BRI Liga 1. (bs)









