KAB.TANGERANG | TR.CO.ID
Dalam rangka memperingati Pekan ASI Sedunia, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang mengadakan acara Wisuda ASI di tingkat kabupaten.
Acara ini bertujuan untuk memberikan penghargaan kepada para ibu yang telah berhasil memberikan ASI eksklusif selama enam bulan penuh kepada bayi mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Achmad Muchlis, menyampaikan bahwa acara ini melibatkan 200 ibu dan bayi yang mewakili sekitar 11.000 ibu di seluruh kabupaten yang telah berhasil memberikan ASI eksklusif. Hingga semester pertama tahun 2024, tercatat bahwa 63,4 persen ibu di Kabupaten Tangerang telah berhasil memberikan ASI eksklusif.
“ASI eksklusif ini adalah ibu yang telah lulus selama enam bulan berturut-turut tanpa tambahan makanan lain, betul-betul ASI eksklusif. Di tingkat puskesmas, ibu-ibu tersebut didampingi oleh nutrisionis dan edukator terkait pemberian ASI,” jelas Muchlis di Gedung Serbaguna Pemkab Tangerang, kemarin.
Acara Wisuda ASI ini juga diharapkan dapat menjadi dorongan bagi lebih banyak ibu untuk memberikan ASI eksklusif kepada bayi mereka. Sejalan dengan ini, beberapa kantor di Kabupaten Tangerang telah menyediakan pojok ASI, serta terdapat pemantauan khusus di sektor swasta untuk memastikan bahwa ibu yang bekerja tetap dapat memberikan ASI melalui pemompaan.
Plh Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, menekankan pentingnya pemberian ASI eksklusif bagi kesehatan dan masa depan anak. “ASI ini adalah jaminan masa depan bagi anak, mereka menjadi lebih sehat, lebih cerdas, dan lebih kuat. Ini cukup untuk menjadi bekal hidup anak,” tegasnya.
Soma juga menyoroti pentingnya edukasi bagi ibu muda agar mereka memahami pentingnya memberikan ASI eksklusif minimal selama enam bulan dan idealnya hingga dua tahun. Menurutnya, ASI eksklusif juga berperan penting dalam pencegahan stunting, sebuah masalah kesehatan yang tengah dihadapi serius oleh pemerintah daerah.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti, memberikan apresiasi terhadap inisiatif Dinkes Kabupaten Tangerang dalam menyelenggarakan Wisuda ASI. Ia berharap program ini dapat terus dikembangkan dan diimplementasikan di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Banten.
“Kita tahu bahwa salah satu intervensi penting dalam penanganan gizi adalah program peningkatan ASI eksklusif. Kita harap ini tidak dicampur susu formula selama enam bulan, karena makanan terbaik untuk bayi hanyalah ASI yang mengandung gizi lengkap,” ungkap Ati. (dam/ris)









