LEBAK | TR.CO.ID
Dinas Pertanian Kabupaten Lebak hingga kini belum menerima laporan tanaman padi gagal panen atau puso akibat kekeringan panjang atau kemarau el Nino.
“Kami tetap memaksimalkan irigasi pompanisasi (irpom) dan pompa menghadapi kemarau, namun sejauh ini belum menerima laporan gagal panen,” kata Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Deni Iskandar, Rabu (07/08/2024).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dinas Pertanian Kabupaten Lebak mengintruksikan petugas penyuluh lapang (PPL) maupun petugas pengamat hama agar mengoptimalkan pemantauan tanaman padi menghadapi musim kemarau tersebut.
Mereka petugas segera bertindak cepat untuk melakukan penangananya, jika terjadi kekeringan maupun serangan penyakit hama.
Pihaknya juga mengapresiasi lima kecamatan yang terancam kekeringan bergerak cepat petugas PPL dan petugas pengamat hama melakukan pemasangan pompa dengan menyedot air permukaan.
Kelima kecamatan itu antara lain Kecamatan Muncang, Malingping, Cibadak, Wanasalam dan Kalanganyar.
Selain itu juga beberapa hari terakhir curah hujan di Kabupaten Lebak cukup tinggi, sehingga tanaman padi dipastikan tidak mengalami kekeringan.
“Kami terus berkoordinasi dengan petugas penyuluh lapang dan petugas pengamat hama agar tanaman padi bisa menghasilkan produksi pangan,” kata Deni.
Ia mengatakan, pihaknya mempersiapkan ratusan unit pompa dari bantuan Kementerian Pertanian, Dinas Pertanian Provinsi Banten dan Dinas Pertanian Kabupaten Lebak untuk menghadapi kemarau berkepanjangan.
Selama ini, areal tanaman padi di Kabupaten Lebak yang panen seluas 20 ribu hektare pada Agustus – September 2024 dan kini kondisinya tumbuh subur karena teraliri pasokan air.
“Kami meyakini dengan pompanisasi dan pompa bisa menyelamatkan tanaman padi dari kekeringan,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Sukabungah Desa Tambakbaya Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak, Ruhiana mengatakan tanaman padi diwilayahnya seluas 150 hektare itu mulai dipanen seluas 20 hektare dan dipastikan panen berlanjut hingga akhir Agustus 2024.
“Kami memaksimalkan irpom dengan menyedot air permukaan Sungai Ciujung, sehingga tanaman padi tumbuh subur hingga dipanen,” kata Ruhiana.
Berdasarkan data produksi pangan di Kabupaten Lebak dari Januari – Juni 2024 mencapai 164.967 ton setara beras, sedangkan kebutuhan konsumsi 143.038 ton per tahun atau rata-rata 11.920 ton per bulan dengan penduduk 1,4 juta jiwa.
Penyerapan kebutuhan konsumsi beras dari Januari sampai Juni 2024 sebanyak 71.519 ton.
Karena itu, persediaan beras di Kabupaten Lebak sampai Juni 2024 surplus 7,8 bulan sebanyak 93.448 ton. (eem/dam)









