Indonesia vs Vietnam Tuntaskan Dendam

Selasa, 29 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | TR.CO.ID

Laga final ASEAN U-23 Championship 2025 yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Selasa (29/7) mempertemukan Timnas Indonesia U-23 dengan salah satu musuh bebuyutannya, yakni Vietnam.

Pertandingan itu bukan hanya mengenai perebutan trofi, tapi juga soal harga diri, sejarah, dan kesempatan timnas Indonesia menuntaskan dendam.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Indonesia dan Vietnam memiliki sejarah rivalitas panjang di kompetisi level U-23. Kedua tim telah sepuluh kali bertemu di berbagai ajang resmi seperti Piala AFF U-23 (nama lama ASEAN U-23 Championship), SEA Games, dan kualifikasi Piala Asia U-23.

Saat ini, Vietnam boleh menepuk dada. Mereka mendominasi sepenuhnya duel-duel tersebut, dengan memenangi semua laga.

Kenangan paling pahit bagi Indonesia terjadi pada final Piala AFF U-23 2023 di Thailand. Saat itu kedua tim bermain imbang 0-0 pada waktu normal, timnas Indonesia U-23 yang saat itu dilatih oleh Shin Tae-yong harus pulang dengan tangan kosong setelah kalah 5-6 melalui adu penalti.

Di ajang lain, Vietnam juga menjadi momok bagi Indonesia. Pada panggung SEA Games 2021, di kandang mereka sendiri, kedua tim bertemu di fase grup. Pada laga itu, Indonesia dipaksa takluk 0-3 berkat gol-gol Nguyen Tien Linh, Do Hung Dung, dan Le Van Do.

Masih dari panggung SEA Games, tepatnya pada final SEA Games 2019, Vietnam kembali menghapus mimpi pasukan Garuda Muda untuk memenangi medali emas. Stadion Memorial Rizal, Manila, menjadi saksi saat dwigol Doan Van Hau dan satu gol Do Hung Dung memaksa timnas Indonesia tunduk 0-3.

Baca Juga:  Hasil Man City Vs Aston Villa 2-1, Gol Injury Time Menangkan The Citizens

Bagi Indonesia U-23 yang kini dilatih Gerald Vanenburg, perjalanan ke final mungkin terasa seperti laju yang mulus. Kemenangan besar 8-0 atas Brunei, dilanjutkan dengan kemenangan 1-0 atas Filipina, dan hasil imbang 0-0 saat berhadapan dengan Malaysia, sudah cukup untuk membawa Garuda Muda lolos ke semifinal sebagai juara Grup A.

Rintangan berat baru diterima Indonesia pada semifinal. Setelah bermain imbang 0-0 dengan Thailand, Indonesia memerlukan kemenangan adu penalti 7-6 untuk dapat mengamankan tiket ke laga puncak.

Sebagaimana Indonesia, Vietnam juga tidak mengalami rintangan berarti di fase grup. Mereka menang 3-0 atas Laos, dan 2-1 atas Kamboja, yang sudah cukup untuk meloloskan mereka dari Grup B yang hanya dihuni tiga negara.

Pada semifinal, Vietnam baru menemui tantangan yang lebih berat dalam diri Filipina. Bahkan pada laga itu, Filipina memimpin terlebih dahulu melalui gol Javier Mariona pada menit ke-36.

Namun Vietnam lantas membalas melalui gol penyama kedudukan dari Nguyen Dinh Bac pada menit ke-41, dan berbalik unggul berkat gol Nguyen Xuan Bac pada menit ke-54 untuk melaju ke final.

Pelatih Gerald Vanenburg diperkirakan tetap mengandalkan formasi 4-3-3 yang menjadi ciri khasnya. Muhammad Ardiansyah kemungkinan kembali dipercaya menjaga gawang setelah tampil gemilang di semifinal melawan Thailand.

Baca Juga:  Inter Milan 2-1 Atalanta, Makin Kokoh di Puncak Klasemen

Di lini belakang, duet Kakang Rudianto dan Kadek Arel siap menjaga jantung pertahanan, didukung Achmad Maulana di sisi kanan dan Dony Tri Pamungkas di kiri. Arkhan Fikri masih diragukan tampil karena kondisi fisik yang belum pulih, tetapi trio Rayhan Hannan, Dominikus Dion, dan Robi Darwis siap mengisi lini tengah.

Untuk sektor depan, Jens Raven kembali diharapkan menjadi ujung tombak, diapit oleh Victor Dethan dan Rahmat Arjuna di posisi sayap. Kombinasi ini menjadi tumpuan serangan untuk menembus pertahanan solid Vietnam yang dilatih Kim Sang-sik.

Di kubu Vietnam, gaya bermain penguasaan bola dan kontrol permainan diperkirakan akan coba kembali diterapkan. Namun menghadapi Indonesia, ada peluang mereka akan tampil sedikit lebih bertahan dibandingkan pertandingan-pertandingan sebelumnya.

Meski demikian, Vietnam juga memiliki masalah di lini depannya yang boleh disebut kurang tajam. Mereka kerap gagal mengonversi peluang menjadi gol, dan dianggap kurang kreatif.

Dalam tim Vietnam, terdapat beberapa pemain yang patut diwaspadai. Kapten Khuat Van Khang memiliki kepemimpinan yang bagus, dan telah beberapa kali didaulat sebagai Man of The Match selama ASEAN U-23 Championship 2025.

Mereka juga memiliki Nguyen Hieu Minh yang meski berposisi sebagai bek, namun cukup menghadirkan ancaman bagi gawang lawan, yang terbukti dengan dua golnya ke gawang Laos. (net/dam)

Berita Terkait

Kylian Mbappe Lagi, Gagal Raih Liga Champions
Andoni Iraola Mulai Didekati Manchester United
Michael Carrick, Pantang Panik Meski MU Kalah
Gubernur: Pencalonan Banten Jadi Tuan Rumah PON 2032 untuk Kemajuan Daerah
Piala AFF Futsal 2026, Futsal Indonesia Gagal Juara
PON 2032: Banten Klaim Siap Jadi Tuan Rumah
Di Benteng Reborn, Liga 4 Piala Gubernur 2026 Lahirkan Jawara Bola Banten
Nathan Lebak FC Juara Liga 4 Banten 2026, Taklukkan Harimau Indonesia FC di Final Sengit
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 14:41 WIB

Kylian Mbappe Lagi, Gagal Raih Liga Champions

Kamis, 16 April 2026 - 15:18 WIB

Andoni Iraola Mulai Didekati Manchester United

Rabu, 15 April 2026 - 15:24 WIB

Michael Carrick, Pantang Panik Meski MU Kalah

Selasa, 14 April 2026 - 20:49 WIB

Gubernur: Pencalonan Banten Jadi Tuan Rumah PON 2032 untuk Kemajuan Daerah

Senin, 13 April 2026 - 12:35 WIB

Piala AFF Futsal 2026, Futsal Indonesia Gagal Juara

Berita Terbaru

Bisnis

Ratusan Pelaku UMKM Ikuti Pelatihan Pemanfaatan AI

Jumat, 17 Apr 2026 - 15:29 WIB

Daerah

PDAM TB Targetkan 10 Ribu Pelanggan Baru di Zona 2

Jumat, 17 Apr 2026 - 15:26 WIB

Daerah

Generasi Muda Harus Jadi Pemersatu di Era Digital

Jumat, 17 Apr 2026 - 15:23 WIB