Kemenkes RI Temukan 9 Kasus Baru Polio di Sampang, Begini Kondisinya

Jumat, 12 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

illustrasi

illustrasi

JAKARTA | TR.CO.ID
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dr. Maxi Rein Rondonuwu, mengumumkan adanya penambahan sembilan kasus positif polio tipe 2 di Sampang, Jawa Timur. Temuan ini berasal dari surveilans aktif setelah wilayah tersebut melaporkan satu kasus lumpuh layu akut akibat polio tipe 2.

Sebanyak 30 sampel random telah diperiksa oleh pemerintah, di mana 22 di antaranya sudah menunjukkan hasil. Dari hasil tersebut, ditemukan sembilan kasus positif yang hingga saat ini tidak menunjukkan gejala apapun. Untuk mencegah keparahan dan kemungkinan lumpuh layu akut, Kemenkes RI akan memberikan imunisasi tambahan pada kesembilan kasus tersebut.

Baca Juga:  Antisipasi Lonjakan Kasus Campak, Pemkot Tangerang Ingatkan Pentingnya Imunisasi Lengkap

“Setiap kali terjadi KLB, kami melakukan surveilans, khususnya pada anak-anak yang sehat. Kami mengambil sampel 30 anak di sekitar anak yang sakit (lumpuh layu akut akibat polio) di setiap kabupaten,” ungkap Maxi dalam konferensi pers pada Jumat (12/1/2024).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Di Sampang, dari 30 anak yang diambil sampel, hasil sudah keluar untuk 22 sampel, dan sejauh ini terdeteksi 9 kasus positif, meskipun mereka belum menunjukkan gejala,” tambahnya.

Selain Sampang, daerah lain yang juga mencatat kasus lumpuh layu akut seperti Pamekasan hingga Klaten juga sedang dalam proses surveilans. Meskipun belum ada hasil surveilans yang dilaporkan.

Baca Juga:  Pembangunan RSUD Jurumudi Baru Capai 79 Persen

Maxi menyatakan bahwa kemungkinan munculnya kasus polio di daerah lain dengan cakupan imunisasi yang minim sulit dihindari. Oleh karena itu, pemerintah terus melakukan surveilans aktif.

Dalam kasus polio, pemeriksaan rutin dilakukan pada pasien dengan keluhan lumpuh layu akut, dan apapun penyebabnya selalu dilaporkan. Jika terdapat potensi terpapar virus polio, pemerintah akan mengambil sampel. Dari temuan di Sampang, di mana sembilan anak ditemukan positif polio, ada kemungkinan virus tersebut sudah bersirkulasi di wilayah tersebut.

“Kemungkinan adanya virus polio muncul di wilayah lain selalu ada,” pungkasnya.(Fj/RMN)

Berita Terkait

Dinkes Banten Ajak Semua Pihak Bersinergi Wujudkan Eliminasi TBC
Dinkes Kota Tangerang Imbau Warga Waspada Penyebaran Hanta Virus
Jalin Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan, RSUD Benda Resmi Layani Pasien JKN-KIS
Perluas Layanan Masyarakat Rentan, Sachrudin Resmikan BPJS Kesehatan di RSUD Benda
Waspada Virus Hanta, Pemkot Tangerang Ajak Warga Jaga Kebersihan Lingkungan
Mengenal Hantavirus: Ancaman Kesehatan dari Paparan Tikus yang Perlu Diwaspadai
Mengenal Hantavirus: Ancaman Kesehatan dari Paparan Tikus yang Perlu Diwaspadai
BPJS Ketenagakerjaan Berikan Santunan untuk Ahli Waris
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 14:03 WIB

Dinkes Banten Ajak Semua Pihak Bersinergi Wujudkan Eliminasi TBC

Kamis, 21 Mei 2026 - 15:43 WIB

Dinkes Kota Tangerang Imbau Warga Waspada Penyebaran Hanta Virus

Jumat, 15 Mei 2026 - 04:10 WIB

Jalin Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan, RSUD Benda Resmi Layani Pasien JKN-KIS

Jumat, 15 Mei 2026 - 04:07 WIB

Perluas Layanan Masyarakat Rentan, Sachrudin Resmikan BPJS Kesehatan di RSUD Benda

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:59 WIB

Waspada Virus Hanta, Pemkot Tangerang Ajak Warga Jaga Kebersihan Lingkungan

Berita Terbaru