KEPALA DAERAH, DPRD Lebak Soroti Etika Kepala Daerah

Kamis, 2 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Soal Polemik Bupati – Wabup

LEBAK | TR.CO.ID

Pernyataan Bupati Lebak, Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya, yang viral saat acara halal bihalal menuai sorotan dari berbagai pihak. Ucapan tersebut dinilai menyinggung Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah, dan memicu reaksi dari kalangan legislatif hingga masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Anggota DPRD Kabupaten Lebak dari Partai Gerindra, Samboja Uton Witono, menilai pernyataan tersebut tidak mencerminkan sikap seorang kepala daerah. Menurutnya, seorang bupati seharusnya menjunjung tinggi adab dan tata krama dalam bertutur kata, terlebih dalam forum resmi keagamaan.

“Segala sesuatu itu harus menggunakan adab dan tata krama. Apalah arti sebuah ilmu tanpa adab dan tata krama,” ujar Samboja, dalam keterangannya, Rabu (01/04/2026)

Baca Juga:  Penerapan WFH bagi ASN Pemprov DKI Dilakukan Selektif

Ia menambahkan, secara etika penyampaian pernyataan tersebut dinilai kurang tepat, apalagi disampaikan dalam suasana halal bihalal yang seharusnya menjadi momentum saling memaafkan. Menurutnya, nilai-nilai budaya ketimuran perlu dijunjung tanpa memandang jabatan.

“Dalam forum tersebut, selain dihadiri para OPD, juga terdapat tokoh ulama. Hal itu tentu tidak mencerminkan figur panutan sebagai seorang bupati,” katanya.

Samboja juga menyoroti pentingnya menjaga keharmonisan dalam pemerintahan daerah. Ia mengingatkan bahwa komunikasi yang tidak tepat dapat berdampak pada jalannya roda pemerintahan, termasuk dalam mewujudkan visi pembangunan Kabupaten Lebak.

Baca Juga:  PT Tangerang Nusantara Global Gelar RUPS

Di sisi lain, ia mengapresiasi langkah cepat Gubernur Banten, Andra Soni, yang segera memanggil Bupati Lebak guna meredam situasi yang berkembang di tengah masyarakat.

“Langkah tersebut patut diapresiasi sebagai upaya menjaga kondusivitas daerah,” tambahnya.

Pernyataan yang beredar luas tersebut diketahui memicu beragam reaksi dari aktivis, organisasi kemasyarakatan (ormas), LSM, hingga mahasiswa. Sejumlah pihak menyampaikan kritik terhadap kepemimpinan daerah, sementara sebagian lainnya mengimbau agar persoalan disikapi secara bijak dan proporsional. (eem/dam/hmi)

Berita Terkait

CUACA, Waspada Potensi Hujan Sepekan ke Depan, Warga Diminta Siaga
Liga Yooscout Regional Tangerang 2026 Resmi Bergulir
Kota Tangerang Sumbang 25,64 Persen Pertumbuhan Ekonomi
Pemkot Tangerang Terapkan WFH
Dinsos Salurkan Makanan Siap Saji ke Pengungsi Banjir
Antisipasi Narkoba, Ratusan Pegawai Perumda Tirta Benteng Jalani Tes Urine
Pemkot Tangerang Tunggu Keputusan Menteri soal Batas Belanja Pegawai
Puskesmas Kunciran Kota Tangerang Imbau Warga Kenali Gejala Awal Kanker Serviks
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 12:18 WIB

CUACA, Waspada Potensi Hujan Sepekan ke Depan, Warga Diminta Siaga

Selasa, 7 April 2026 - 12:14 WIB

Liga Yooscout Regional Tangerang 2026 Resmi Bergulir

Selasa, 7 April 2026 - 12:11 WIB

Kota Tangerang Sumbang 25,64 Persen Pertumbuhan Ekonomi

Selasa, 7 April 2026 - 12:08 WIB

Pemkot Tangerang Terapkan WFH

Selasa, 7 April 2026 - 12:05 WIB

Dinsos Salurkan Makanan Siap Saji ke Pengungsi Banjir

Berita Terbaru

Daerah

Liga Yooscout Regional Tangerang 2026 Resmi Bergulir

Selasa, 7 Apr 2026 - 12:14 WIB

Daerah

Kota Tangerang Sumbang 25,64 Persen Pertumbuhan Ekonomi

Selasa, 7 Apr 2026 - 12:11 WIB

Daerah

Pemkot Tangerang Terapkan WFH

Selasa, 7 Apr 2026 - 12:08 WIB

Daerah

Dinsos Salurkan Makanan Siap Saji ke Pengungsi Banjir

Selasa, 7 Apr 2026 - 12:05 WIB