Pembangunan Infrastruktur RSUD Malingping Disoal

Senin, 18 September 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nampak warga saat dilokasi pembangunan Infrastruktur lahan baru RSUD Malingping.

Nampak warga saat dilokasi pembangunan Infrastruktur lahan baru RSUD Malingping.

LEBAK | TR.CO.ID

Pembangunan infrastruktur lahan baru dan parkir rumah sakit umum daerah (RSUD) Malingping senilai Rp11.307.887.515.00 kini disoal oleh masyarakat Lebak Selatan. Menurut tokoh pemuda Lebak Selatan, Rizal Iskandar, berdasarkan informasi yang ia peroleh pelaksanaan kegiatan infrastruktur RSUD Malingping diduga menggunakan bahan bakar minyak(BBM) bersubsidi.

Selain itu, dilokasi kegiatan pun pelaksana kegiatan ditenggarai terkesan ingin menutup nutupi besaran nilai proyek. Karena sudah satu pekan berjalan pihak pelaksana baru memasang papan informasi kegiatan, itupun setelah ramai dipertanyakan oleh masyarakat, bahkan pemasangan papan informasi tersebut terkesan buru buru dan dipaksakan, karena papan informasi yang dipasang diduga tidak sesuai dengan spek yang ada di RAB.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Yang pertama kita pertanyakan persoalan BBM yang digunakan oleh alat berat. Indikasinya BBM yang digunakan menggunakan BBM subsidi, kita akan coba minta surat surat resmi asal usul BBM-nya dari mana, persoalan lain juga papan informasi kegiatan baru dipasang kemarin, itupun setelah dipertanyakan oleh masyarakat. Bahkan, terkesan pemasangannya terburu buru, karena papan informasinya tidak sesuai dengan spek dalam RAB, yakni harus menggunakan triplek 9 mm dengan ukuran 120×240 cm, serta kayu 5/7 kelas lll, dan list alumunium u 12 mm,” kata Rizal Iskandar kepada wartawan, Minggu (17/09/2023).

Baca Juga:  Pemprov DKI Diingatkan untuk Lindungi Pengusaha Warung Madura

Namun yang terjadi di lapangan, lanjut Rizal, informasi kegiatan yang dipasang hanya menggunakan banner yang dicetak dan memakai kayu penyangga. Kata Rizal, persoalan yang terjadi dilokasi juga nampaknya para pekerja tidak menggunakan alat alat perlindungan kerja yang sesuai standar.

Ia mengharapkan agar pelaksana kegiatan yaitu CV Abra Utama tidak main main dalam melakukan pekerjaan, apalagi terkesan asal asalan. Karena pada nantinya yang menggunakan adalah masyarakat, jadi ia berharap agar pekerjaannya dilakukan secara maksimal, dengan harapan kekuatannya kelak akan bertahan lama.

“Informasi kegiatan baru dipasang kemarin, setelah dipertanyakan oleh masyarakat, seharusnya sedari awal dipasang. Nah itupun terkesan terburu buru, karena papan informasi saja tidak sesuai dengan spek yang ada di RAB,” ucap Rizal.

Sementara itu, Redi dan Sisko selaku pihak yang disebut-sebut sebagai penanggung jawab kegiatan dari CV Abra Utama enggan memberikan komentar terkait persoalan pelaksanaan pembangunan infrastruktur RSUD Malingping. Karena keduanya menjawab pesan yang dikirimkan wartawan melalui aplikasi Whatsapp, padahal pada WA Siskto terdapat centang dua biru tanda terbaca, bahkan beberapa kali dihubungi melalui sambungan telepon, selalu tidak diangkat.

Baca Juga:  Bakal Calon Walikota Tangerang, Helmy Halim Prediksi Indonesia Menang Lawan Irak

Hanya satu orang yang juga disebut sebut sebagai perwakilan pelaksana bernama Yoga yang menjawab pesan dari wartawan. Akan tetapi, Yoga mengaku persoalan kegiatan pembangunan RSUD Malingping bukanlah kewenangannya.

“Maaf bukan kewenangan saya,” kata singkat.

Sekedar diketahui, berdasarkan papan informasi yang tertera pemerintah Provinsi Banten, melalui Dinas Kesehatan mengucurkan anggaran sebesar Rp.11.307.887.515.00 untuk pembangunan infrastruktur lahan baru dan parkir RSUD Malingping, dengan konsultan perencana PT Zhafira Arta Konsulindo, serta konsultan pengawas PT Fajar Konsultan, dan dilaksanakan oleh CV Abra Utama. Saat ini pekerjaan di lapangan baru tahap pemerataan lahan.

Hingga berita ini dipublis, dinas terkait belum bisa dimintai tanggapannya.

Penulis : Eem/Jat

Editor : Haris Sujarsad

Berita Terkait

BPN Banten Perluas Kolaborasi Media Demi Optimalisasi Layanan Publik
11 Kecamatan di Lebak Terdampak Banjir dan Longsor
Museum Multatuli Catat Tren Kenaikan Jumlah Pengunjung
MUI Minta Penertiban Tempat Hiburan di Kawasan Telaga Biru Cigaru
Modernisasi Pertanian, Kementan Distribusikan Traktor dan Alsintan di Lebak
Akses Baduy Dalam Segera Ditutup
Gubernur “Pecut” OPD Soal RPJMD
Peralihan Air Bersih Karawaci Dimulai, Camat Awasi Ketat Pelayanan PDAM
Berita ini 61 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 11:52 WIB

BPN Banten Perluas Kolaborasi Media Demi Optimalisasi Layanan Publik

Rabu, 14 Januari 2026 - 11:13 WIB

11 Kecamatan di Lebak Terdampak Banjir dan Longsor

Selasa, 13 Januari 2026 - 12:52 WIB

Museum Multatuli Catat Tren Kenaikan Jumlah Pengunjung

Selasa, 13 Januari 2026 - 12:16 WIB

MUI Minta Penertiban Tempat Hiburan di Kawasan Telaga Biru Cigaru

Senin, 12 Januari 2026 - 13:50 WIB

Modernisasi Pertanian, Kementan Distribusikan Traktor dan Alsintan di Lebak

Berita Terbaru

Kota Tangerang

Verifikasi Dokumen Kependudukan Kini Hanya Bisa Melalui Aplikasi IKD

Kamis, 15 Jan 2026 - 13:16 WIB

Kota Tangerang

Pendaftaran Bimtek SIINas 2026 Gratis Dibuka

Kamis, 15 Jan 2026 - 13:09 WIB

Kota Tangerang

Sarana Olahraga Tangerang: Pemkot Fokus Bangun di Tengah Pemukiman

Kamis, 15 Jan 2026 - 13:06 WIB

Kota Tangerang

Pasar Anyar Tangerang Kian Lengkap Jelang Ramadan

Kamis, 15 Jan 2026 - 13:01 WIB

Kota Tangerang

Rehabilitasi RTLH Tangerang: Pemkot Targetkan 1.000 Rumah di 2026

Kamis, 15 Jan 2026 - 12:57 WIB