Penemuan Alat Deteksi Gizi MBG Berbasis AI

Kamis, 16 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Screenshot

Screenshot

TANGERANG | TR.CO.ID

Sejumlah pelajar dan mahasiswa asal Kabupaten Tangerang, Banten, berhasil menciptakan inovasi teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama Si Amanzi, sebuah sistem deteksi keamanan gizi untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).


Inovasi ini dipamerkan dalam ajang Lomba Teknologi Tepat Guna tingkat Kabupaten Tangerang yang diseleng- garakan pemerintah daerah pada Rabu (15/4/2026).
Anggota Tim Riset Pos Pela- yanan Teknologi Kecamatan Mauk, Alwan Azriel, menjelaskan bahwa alat ini dikembangkan sebagai respons terhadap maraknya kasus keracunan makanan dalam pelaksanaan program MBG.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT


“Alat ini kami rancang untuk membantu memastikan keamanan dan kualitas gizi makanan dalam program MBG,” ujarnya.
Sistem Si Amanzi bekerja melalui beberapa tahapan otomatis menggunakan con- veyor terintegrasi. Proses dimulai dengan sterilisasi wadah makan (ompreng) menggunakan sinar ultraviolet.

Baca Juga:  Pemkot Luncurkan Program Diskon PBB dan BPHTB, Rayakan HUT ke-33 Kota Tangerang

V).
Selanjutnya, makanan yang
telah disiapkan akan dianalisis oleh kamera berbasis AI untuk mendeteksi kelayakan konsumsi, kandungan kalori, serta nilai gizi.
Tak hanya itu, alat ini juga dilengkapi sensor bau dan kelembapan yang mampu mendeteksi zat berbahaya seperti amonia dan metana sebagai indikator makanan tidak layak konsumsi.
“Jika terdeteksi zat berbahaya, berarti makanan
tersebut tidak aman untuk dikonsumsi,” jelas Alwan.


Setelah proses pemeriksaan selesai, sistem akan mencetak stiker barcode yang berisi hasil uji keamanan dan kandungan gizi, yang kemudian ditempelkan pada setiap wadah makanan.


Meski tingkat akurasi saat ini mencapai sekitar 70 persen, Alwan menyebut teknologi ini sudah cukup efektif dalam meminimalkan risiko keracunan makanan.

Baca Juga:  Sachrudin Siap Lanjutkan


Pengembangan Si Amanzi
sendiri memakan waktu sekitar empat bulan, melalui riset jurnal ilmiah, observasi lapangan, hingga wawancara dengan penerima manfaat program MBG dan tenaga pendidik.


Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, menilai ajang teknologi tepat guna menjadi ruang penting untuk melahirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.


“Inovasi seperti ini sangat dibutuhkan, tidak hanya di bidang pangan, tetapi juga sektor lain seperti pertanian, energi terbarukan, hingga sanitasi,” ujarnya.


Ia berharap teknologi yang dihasilkan dapat dikembangkan secara massal dengan dukungan berbagai pihak, termasuk sektor industri.


“Ke depan, tantangannya adalah bagaimana teknologi ini bisa diproduksi massal agar manfaatnya dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” tambahnya.(Hab)

Berita Terkait

Peduli Sungai, PT. IKPP Tangerang Raih Penghargaan Cisadane Awards
Pemkot Tangerang Mulai Realisasikan Tiga Proyek Strategis di TPA Rawa Kucing
Pemkot Tangerang Gandeng LPK Wahana Danau Indah, Buka Jalan Kerja ke Jepang bagi Lulusan SMK
PT IKPP Tangerang Serahkan PLTS Rooftop 8.000 Wattpeak ke TPST 3R Batan Indah
Dindik Kota Tangerang Bagikan Cara Cek PIN SPMB Secara Mandiri
Kejagung Tahan Tiga Eks Pejabat BGN, Dugaan Korupsi MBG
Samsat Ciledug Gelar Razia Pajak Kendaraan, 200 Kendaraan Terjaring
Gubernur Banten Deklarasikan SPMB Bersih dan Adil
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 23:21 WIB

Peduli Sungai, PT. IKPP Tangerang Raih Penghargaan Cisadane Awards

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:04 WIB

Pemkot Tangerang Mulai Realisasikan Tiga Proyek Strategis di TPA Rawa Kucing

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:01 WIB

Pemkot Tangerang Gandeng LPK Wahana Danau Indah, Buka Jalan Kerja ke Jepang bagi Lulusan SMK

Jumat, 5 Juni 2026 - 11:24 WIB

PT IKPP Tangerang Serahkan PLTS Rooftop 8.000 Wattpeak ke TPST 3R Batan Indah

Kamis, 4 Juni 2026 - 15:19 WIB

Dindik Kota Tangerang Bagikan Cara Cek PIN SPMB Secara Mandiri

Berita Terbaru