PDI-P Inisiasi Dialog Parpol Koalisi
LEBAK | TR.CO.ID
Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Kabupaten Lebak menginisiasi pertemuan partai koalisi sebagai langkah meredam ketegangan antara Bupati Lebak, Hasbi Asyidiki Jayabaya, dan Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah, yang mencuat pasca polemik kegiatan halal bihalal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah tersebut disampaikan Ketua DPC PDI-P Lebak, Junaidi Ibnu Jarta, dalam rilis resmi yang diterima sejumlah awak media, Selasa (31/3/2026).
Dalam keterangannya, PDI-P menilai dinamika yang terjadi dipicu oleh adanya miskomunikasi antara pimpinan daerah usai kegiatan halal bihalal Pemerintah Kabupaten Lebak sehari sebelumnya.
Junaidi menegaskan, seluruh pihak, baik partai politik pengusung, pendukung, maupun elemen masyarakat diminta tetap tenang dan tidak terpancing oleh situasi yang berkembang.
“Jangan biarkan opini liar mengganggu fokus pembangunan daerah. Kita harus mengedepankan kepentingan rakyat di atas kepentingan kelompok,” ujarnya.
Ia juga mengajak semua pihak untuk bersama-sama menurunkan tensi politik dan menghentikan polemik yang dinilai tidak produktif. Menurutnya, suasana yang kondusif menjadi kunci agar roda pemerintahan tetap berjalan efektif.
“Ini saatnya kita membangun suasana sejuk. Tugas kita adalah membangun, bukan memperkeruh keadaan,” tegasnya.
Dalam rilis tersebut, PDI-P Lebak turut menegaskan komitmennya untuk tetap solid mengawal kepemimpinan pasangan Bupati dan Wakil Bupati hingga akhir masa jabatan.
Sebagai langkah konkret, PDI-P akan menginisiasi pertemuan seluruh partai koalisi guna menyamakan persepsi serta memperkuat sinergi di internal pemerintahan daerah. Pertemuan ini diharapkan menjadi ruang dialog untuk meredakan ketegangan sekaligus mempererat hubungan antar pimpinan daerah.
“Kita perlu duduk bersama, menyamakan frekuensi, dan memperkuat persatuan. Jika koalisi solid, maka pemerintahan akan stabil dan masyarakat yang akan merasakan manfaatnya,” tambah Junaidi.
Selain itu, PDI-P juga menilai dinamika yang terjadi harus menjadi momentum introspeksi bersama. Kesalahan komunikasi, menurutnya, perlu dijadikan pelajaran untuk memperbaiki hubungan kerja ke depan.
Sebelumnya, Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah, mengaku tersinggung atas pernyataan Bupati Hasbi dalam sambutan pada acara halalbihalal di Pendopo Kabupaten Lebak, Senin (30/3/2026), yang menyebut istilah “mantan napi”. Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik di ruang publik.
PDI-P berharap ketegangan tersebut dapat segera mereda melalui langkah mediasi yang diinisiasi partai koalisi, sehingga stabilitas pemerintahan tetap terjaga dan agenda pembangunan daerah tidak terganggu. (eem/dam/hmi)









