TANGERANG | TR.CO.ID
Wali Kota Tangerang H. Sachrudin bersama Wakil Wali Kota Maryono meninjau langsung kondisi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di kawasan Jalan Daan Mogot, Kota Tangerang. Peninjauan dilakukan menindaklanjuti laporan masyarakat yang menyebutkan bahwa JPO tersebut dalam kondisi kurang aman.
“Tadi saya melihat langsung kondisi JPO ini. Memang cukup memprihatinkan. Karena itu, JPO ini sudah lama tidak difungsikan,” ungkap Wali Kota Tangerang H. Sachrudin, Kemarin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sachrudin menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama pemerintah. Oleh sebab itu, akses JPO tersebut telah ditutup untuk mencegah penggunaan oleh masyarakat.
“Dulu sudah kita tutup pakai barier agar tidak digunakan. Tapi ada saja yang memindahkan barier itu,” jelasnya.
Lebih lanjut, Wali Kota menyampaikan bahwa dirinya telah menugaskan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Dinas Perhubungan (Dishub) untuk melakukan kajian teknis terhadap struktur dan keamanan JPO Daan Mogot.
Hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi dasar Pemkot Tangerang dalam menentukan langkah lanjutan — apakah dilakukan revitalisasi atau pembongkaran jika dinilai sudah tidak layak.
“Kami targetkan hasil kajian teknis dapat selesai dalam waktu dekat supaya segera diputuskan langkah penanganannya. Kalau masih bisa diperbaiki, revitalisasi akan dilakukan secara bertahap, menyesuaikan dengan program kerja dan ketersediaan anggaran,” paparnya.
Selain menyoroti kondisi JPO, Sachrudin juga meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menangani bidang infrastruktur dan utilitas kota untuk memperkuat pengawasan lapangan secara rutin.
“Saya minta OPD terkait memperkuat pengawasan. Jangan tunggu rusak parah atau viral dulu baru bertindak. Fasilitas kota seperti JPO, trotoar, drainase, dan taman adalah wajah pelayanan pemerintah kepada masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga fasilitas umum dan melaporkan kerusakan melalui kanal resmi Pemkot Tangerang agar dapat segera ditindaklanjuti.
“Kita sama-sama jaga fasilitas kota ini. Kalau ada yang rusak, segera laporkan lewat kanal resmi Pemkot agar bisa ditangani cepat,” imbau Sachrudin. (wil/dam)









