TANGSEL | TR.CO.ID
Pemerintah Kota Tangerang Selatan mencanangkan Gerakan 1.000 Lubang Biopori per Kelurahan sebagai langkah konkret mengatasi persoalan sampah dari hulu, yakni tingkat rumah tangga.
Program ini disampaikan Wali Kota saat Safari Ramadan di Masjid Al-Ikhlas, Kecamatan Serpong Utara. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi harus dimulai dari kesadaran masyarakat.
“Target saya satu kelurahan minimal seribu lubang biopori. Kalau satu rumah bikin satu saja, dampaknya sudah luar biasa,” ujarnya, Jumat(27/02/2026).
Menurutnya, lubang biopori menjadi solusi sederhana namun efektif untuk mengurai sampah organik seperti sisa makanan, sayuran, dan kulit buah. Lubang dengan diameter sekitar 10–20 sentimeter dan kedalaman hingga satu meter itu dipasang pipa paralon berlubang agar proses penguraian berlangsung optimal.
“Sampah organik dimasukkan ke situ, nanti habis oleh proses alami di dalam tanah. Kita kembalikan ke hukum alam. Tapi plastik, kaleng, dan beling jangan dimasukkan. Itu nanti dikelola lewat bank sampah,” jelasnya.
Pemkot Tangsel, lanjutnya, juga akan mendistribusikan alat pembuat lubang biopori dan material pendukung melalui kelurahan agar gerakan ini bisa berjalan masif dan terukur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Gerakan ini menjadi bagian dari strategi penanganan sampah pasca berbagai kendala pengelolaan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Dengan pendekatan berbasis rumah tangga, beban pengangkutan dan penumpukan sampah di tingkat kota diharapkan dapat berkurang signifikan.
Selain mengurangi sampah, lubang biopori juga bermanfaat meningkatkan daya serap air tanah dan mencegah genangan saat musim hujan.
“Kita tidak bisa hanya mengandalkan sistem pengangkutan. Harus ada perubahan pola pikir. Sampah organik itu bukan dibuang, tapi dimusnahkan di rumah masing-masing,” tegasnya.
Melalui gerakan ini, Pemkot Tangsel berharap tumbuh kesadaran kolektif masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan, sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam menjaga kebersihan kota. (Wil)









