TANGERANG | TR.CO.ID
Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan segera memulai pembangunan underpass di ruas Bitung–Jayanti sepanjang 27,8 kilometer. Proyek strategis ini menghabiskan anggaran sekitar Rp100 miliar.
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (SDA) Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansyah, mengatakan bahwa pembangunan tersebut merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Kabupaten Tangerang, Kementerian PUPR, serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pemerintah daerah melalui Dinas Bina Marga dan SDA bersama OPD lain telah berkoordinasi dan bekerja sama dengan Kementerian PUPR untuk merealisasikan pembangunan underpass Bitung,” ujar Iwan, dikutip wartawan, Kamis (4/11/25).
Menurutnya, proyek tersebut dirancang untuk mengatasi kepadatan lalu lintas di jalur nasional yang menghubungkan Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, hingga DKI Jakarta. Tingginya volume kendaraan serta pesatnya pembangunan kawasan perumahan membuat simpang Bitung kerap dilanda kemacetan.
“Ruas tersebut merupakan jalur nasional dengan volume kendaraan sangat tinggi. Pengembangan perumahan yang begitu pesat turut memperparah kondisi lalu lintas,” jelasnya.
Iwan juga menyebut bahwa pemerintah sebelumnya telah membangun simpang sebidang sebagai solusi awal, namun upaya tersebut belum efektif mengurai kepadatan. Karena itu, pembangunan underpass dinilai sebagai opsi terbaik.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa administrasi proyek telah memasuki tahap kontrak, sementara pembangunan fisik ditargetkan selesai pada 2027.
“Kontrak kerja sama dengan Kementerian PUPR sudah ditandatangani. Target kami, proyek underpass ini selesai sesuai jadwal pada 2027,” pungkasnya. (dam/hmi)









