SERANG | TR.CO.ID
Libur panjang Natal dan Tahun Baru 2024-2025 ternyata tak membawa berkah besar bagi sektor pariwisata Banten. Dinas Pariwisata (Dispar) Banten mencatat hanya 153.681 wisatawan yang datang ke berbagai destinasi di Banten, jauh dari target dua juta pengunjung yang dipasang sebelumnya.
Jumlah ini bahkan turun drastis dibandingkan periode yang sama tahun lalu, di mana tercatat 262.942 wisatawan memadati lokasi-lokasi wisata di Banten. Data Siaga Wisata Nataru 2024 menunjukkan, Kabupaten Lebak memimpin jumlah kunjungan dengan 38.440 wisatawan, disusul Kota Tangerang Selatan 31.726 orang, dan Kabupaten Pandeglang 28.700 orang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, daerah lain mencatat angka lebih rendah, seperti Kota Cilegon dengan 21.546 wisatawan, Kabupaten Serang 19.645 orang, Kabupaten Tangerang 9.130 orang, Kota Serang 4.314 orang, dan Kota Tangerang hanya 180 orang.
Pelaksana Tugas Kepala Dispar Banten, Tri Nurtopo, menyebut pola kunjungan harian selama Nataru 2024 masih fluktuatif, mirip seperti tahun sebelumnya. Namun, ia mencatat ada sedikit peningkatan pada 1 Januari 2025, khususnya di Pantai Lagundi Anyer yang dipadati sekitar 300 orang. “Alhamdulillah situasi di sana dalam pantauan aman terkendali,” ujar Tri, Rabu (1/1/2025).
Tri menjelaskan, cuaca ekstrem dan isu megatrust turut berperan besar dalam menurunnya jumlah wisatawan. Selain itu, wisatawan mulai mencari destinasi baru di luar Banten, seperti Bandung dan Puncak.
Yang tak kalah memprihatinkan, kata Tri, adalah praktik pungutan liar (pungli) di sejumlah destinasi, khususnya pantai. Selain pungli, perilaku oknum pedagang yang menetapkan harga makanan dan minuman secara tidak wajar alias “mengetok harga” juga membuat wisatawan kapok untuk datang lagi.
Tri menyebut pihaknya telah berupaya mengantisipasi hal ini dengan menggandeng pelaku usaha dan pengelola destinasi untuk menjaga citra baik pariwisata Banten. “Mudah-mudahan ke depan lebih baik,” pungkasnya.









